(Unila): Tim Program Mahasiswa Berdampak Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Lampung (Unila) sukses memaparkan hasil inovasi pengelolaan limbah organik tingkat nasional.
Capaian ini dipresentasikan dalam Seminar Dampak Program Mahasiswa Berdampak Tahun Anggaran 2025 yang diselenggarakan Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) RI.
Kegiatan yang bekerja sama dengan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) ini berlangsung di Yogyakarta pada 5–7 Juni 2026.
Dari total 263 proposal penerima pendanaan nasional, Tim Unila berhasil terpilih menjadi salah satu dari 60 tim terbaik di Indonesia yang diundang secara khusus untuk mempresentasikan capaian, inovasi, serta dampak nyata program di hadapan tim penilai nasional.
Pada forum ilmiah tersebut, Tim BEM Unila mempresentasikan program unggulan bertajuk “Transformasi Limbah Organik sebagai Inovasi Hijau untuk Pertanian, Perikanan, Peternakan, dan Ekonomi Desa Berbasis Sustainable Development Goals (SDGs)”.
Program pengabdian ini sebelumnya telah sukses diimplementasikan di Kelurahan Pasar Krui, Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung, pada Oktober hingga November 2025 lalu.
Inovasi tersebut lahir dari kepedulian mahasiswa terhadap permasalahan limbah organik pasar dan limbah ikan di kawasan pesisir yang belum dimanfaatkan secara optimal.
Melalui skema pemberdayaan masyarakat, tim mahasiswa bersama dosen pendamping melahirkan dua produk inovasi hijau bernilai ekonomi tinggi, yaitu Rafnila (Rebio Fertilizer Animal Feed Unila), produk pakan ternak berkualitas yang memanfaatkan formula limbah organik.
Selanjutnya, Refnila (Rebio Fertilizer Unila), yakni produk pupuk organik cair (POC) ramah lingkungan untuk mendukung produktivitas sektor pertanian. Pelaksanaan seminar dampak ini dilakukan secara hybrid.
Dosen Pendamping Lapangan, Yusuf Perdana, M.Pd., bersama perwakilan mahasiswa hadir secara luring di Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta. Sementara anggota tim lainnya, perwakilan pemerintah daerah, serta mitra sasaran dari Kelurahan Pasar Krui mengikuti jalannya penilaian secara daring dari Lampung.
Dalam sesi testimoni daring, mitra sasaran dari Kelurahan Pasar Krui menyampaikan apresiasi mendalam. Masyarakat mengaku mendapat pengetahuan baru serta keterampilan teknis dalam mengubah limbah menjadi komoditas produktif yang mampu menciptakan peluang ekonomi baru di desa.
Perwakilan Tim Mahasiswa Berdampak BEM Unila mengungkapkan rasa syukur dan bangganya atas pencapaian hingga ke tahap seminar nasional ini.
“Perjalanan hampir satu tahun ini memberikan pembelajaran luar biasa, mulai dari penyusunan program, dinamika kolaborasi di lapangan, hingga berhasil menelurkan inovasi Rafnila dan Refnila. Kami berharap produk ini dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan demi kemaslahatan lingkungan dan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Keikutsertaan Tim BEM Unila dalam ajang nasional ini menjadi bukti nyata bahwa inovasi insan akademis Kampus Hijau tidak hanya berhenti sebagai gagasan di atas kertas, melainkan mampu diwujudkan menjadi solusi konkret bagi masyarakat.
Capaian ini sekaligus memperkuat komitmen Unila dalam mendukung akselerasi tridarma perguruan tinggi melalui pengabdian masyarakat yang inovatif, kolaboratif, dan berkelanjutan. [Daffa Alsa]


