(Unila): Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Lampung (Unila) sukses menggelar seminar internasional persiapan mobilitas mahasiswa (International Seminar for Student Mobility Preparation) dengan mengambil tema “Navigating the World: Strategy for Success in Student Mobility Programs” pada Rabu, 28 April 2025, di ruang seminar lantai tiga UPT Perpustakaan Unila.
Seminar yang diikuti 72 orang perwakilan mahasiswa dari semua fakultas di Unila ini turut dihadiri oleh Wakil Dekan III FMIPA Unila Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unila Dr. Junaidi, S.Si., M.Sc., mewakili Dekan FMIPA Unila, Pembina BEM FMIPA Unila Diky Hidayat, S.Si., M.Sc., Pemateri Native Speaker, Mr. Eric Lee Campbell, Mahasiswa Unila IISMA (Indonesian International Student Mobility Awards) 2024 di Universitas Hanyang Korea Selatan, Daffa Banoe Nugraha, Ketua BEM FMIPA, Muhammad Aqwam Nugraha, Ketua Ormawa di lingkungan FMIPA Unila, dosen, dan staf akademik.
Dr. Junaidi, S.Si., M.Sc., dalam sambutannya menyampaikan, di era globalisasi ini, pengalaman internasional bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Program mobilitas mahasiswa tidak hanya memberikan pengayaan akademis, tetapi juga paparan yang berharga terhadap berbagai budaya, ide, dan jaringan global.
“Dengan tema seminar ‘Menjelajahi Dunia: Strategi untuk Sukses dalam Program Mobilitas Mahasiswa,’ sangat mencerminkan semangat inovasi, kemampuan beradaptasi, dan keterbukaan yang harus kita anut,” ujarnya.
Acara dilanjutkan penyampaian materi oleh Mr. Eric Lee Campbell selaku Native Speaker (penutur asli) yang menerangkan hubungan erat antara bahasa dan budaya dengan memperkenalkan perbedaan antara budaya iklim panas dan budaya iklim dingin. Ia juga menekankan bahwa dengan strategi yang tepat, mahasiswa dapat memaksimalkan peluang untuk belajar, beradaptasi, dan berkembang di luar negeri.
Setelah pemaparan dari pemateri pertama selesai, acara dilanjutkan dengan sesi diskusi bersama tujuh native speaker. Masing-masing native speaker didampingi oleh satu Liaison Officer (LO). Diskusi ini dibagi ke dalam beberapa kelompok, di mana setiap native speaker bergabung dengan satu kelompok. Dengan demikian, para peserta mendapatkan pengalaman langsung dalam berbicara dan berdiskusi dengan penutur asli.
Selanjutnya, pemateri kedua, Daffa Banoe Nugraha, mahasiswa Universitas Lampung sekaligus IISMA Awardee 2024 di Universitas Hanyang, Korea Selatan, memaparkan pentingnya memahami budaya lintas negara.
Ia juga memberikan motivasi kepada para mahasiswa yang berminat mengikuti program pertukaran pelajar (student mobility). Dalam sesi tersebut, Daffa membagikan pengalamannya terkait tantangan dan keindahan hidup di negara lain. Ia menekankan pentingnya empati dan keterbukaan dalam menghadapi keberagaman budaya.
Selain itu, Daffa juga membagikan tips berharga untuk mendaftar IISMA (Indonesian International Student Mobility Awards), mulai dari cara menyusun esai motivasi yang kuat, memilih universitas tujuan yang sesuai, hingga mempersiapkan wawancara dengan percaya diri.
Salah satu poin utama yang ia tekankan adalah pentingnya memahami visi dan misi program IISMA, serta menunjukkan komitmen untuk membawa dampak positif setelah kembali ke Indonesia.
Diskusi dalam seminar ini disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami, disertai berbagai cerita menarik, mulai dari cara membangun komunikasi yang efektif dengan teman internasional hingga menyesuaikan diri dengan kebiasaan lokal. Setelah itu, sesi tanya jawab berlangsung dan diikuti dengan antusias oleh para mahasiswa.
M. Aqwam Nugraha, selaku Ketua BEM FMIPA Unila, menyampaikan harapannya agar seminar ini dapat memberikan wawasan mengenai pentingnya memahami budaya sebagai pendukung dalam meningkatkan kemampuan berbahasa. Ia juga menekankan bahwa belajar bahasa, khususnya Bahasa Inggris, merupakan hal yang sangat penting di era global saat ini.
Dengan adanya seminar ini, acara ini diharapkan dapat memotivasi lebih banyak mahasiswa untuk mengeksplorasi dunia serta turut membawa nama baik Indonesia di kancah internasional. [Magang_Shalu Munad]

