Aisyah Nur Syifa Juara I Pesona Talent IV Usung Inovasi Pertanian Gratis

0
277

(Unila): Mahasiswi Program Studi Kehutanan Universitas Lampung (Unila), Aisyah Nur Syifa, berhasil meraih juara satu pada ajang Pesona Talent IV melalui karya tulis ilmiah berjudul “NusaTani: Model Pertanian Cerdas Inklusif Berbasis Zero-Cost”. Kompetisi tersebut berlangsung pada 6–9 Desember 2025.

Perjalanan Aisyah dalam dunia karya tulis ilmiah bermula sejak duduk di bangku kelas XII SMA. Ketertarikan tersebut terus tumbuh hingga akhirnya ia menekuni penulisan ilmiah secara lebih mendalam saat memasuki perkuliahan, tepatnya di akhir semester pertama.

Proses penyusunan karya dilakukan sejak 30 Oktober 2025 secara daring selama kurang lebih satu bulan. Sementara itu, kegiatan puncak lomba Pesona Talent IV dan pengumuman pemenang dilaksanakan secara luring di Fakultas Pertanian Universitas Khairun.

Gagasan NusaTani lahir dari kepekaan Aisyah dalam melihat realitas pertanian di wilayah kepulauan. Ia menyoroti tingginya risiko gagal panen serta mahalnya harga pangan di daerah tersebut dibandingkan wilayah lain, sehingga mendorongnya untuk merancang solusi pertanian cerdas yang dapat diakses secara merata.

Melalui karya ini, Aisyah menawarkan model pertanian cerdas yang sepenuhnya gratis bagi petani di daerah kepulauan dan terpencil. Konsep zero-cost dirancang agar teknologi pertanian dapat dimanfaatkan tanpa hambatan biaya, melalui skema pembiayaan yang inovatif dan berkelanjutan.

Dalam perancangannya, Aisyah mengadaptasi konsep Adaptive Technology Ladder dengan memanfaatkan teknologi sederhana, seperti sensor kelembapan tanah berbasis Arduino dan panel surya yang mudah dirawat. Sistem ini dirancang agar tetap berfungsi optimal meskipun berada di wilayah dengan keterbatasan listrik dan jaringan internet.

Tantangan terberat yang dihadapi Aisyah adalah menyusun skema pembiayaan zero-cost agar seluruh biaya alat dapat ditanggung melalui dukungan corporate social responsibility (CSR) atau Dana Desa, sehingga petani dapat menggunakan teknologi tersebut secara gratis.

Selama proses penulisan, Aisyah mendapatkan pendampingan dari dosen pembimbing, Prof. Dr. Indra Gumay Febryano, S.Hut., M.Si. Bimbingan tersebut membantunya memperkuat alur penulisan, khususnya pada bagian latar belakang, serta memastikan referensi jurnal yang digunakan kredibel dan relevan hingga kesimpulan.

Di tengah padatnya aktivitas perkuliahan dan praktikum, Aisyah tetap mampu menjaga konsistensi melalui pengelolaan waktu yang terarah. Pagi hingga sore hari ia manfaatkan untuk mengikuti perkuliahan, sementara malam menjadi waktu produktif untuk memperdalam riset dan menyusun karya secara bertahap.

Konsistensi yang ia jaga sepanjang proses tersebut berbuah manis. Aisyah mengaku merasa bahagia dan tidak menyangka saat mengetahui karyanya dinobatkan sebagai juara satu.

Bagi Aisyah, pencapaian ini bukan sekadar kemenangan personal, melainkan bukti mahasiswa kehutanan memiliki ruang yang luas untuk berkontribusi dalam penguatan sektor pertanian dan ketahanan pangan nasional.

Aisyah memaknai prestasi ini sebagai pengingat bahwa inovasi memiliki kekuatan untuk menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat.

“Saya belajar kalau inovasi yang bagus itu bukan yang paling canggih, tapi yang paling bisa menjawab kebutuhan orang banyak, terutama mereka yang ada di daerah kepulauan dan terpencil dan terbatas infrastrukturnya,” ujarnya saat diwawancara via Whatsapp, Kamis, 25 Desember 2025.

Melalui prestasi ini, Aisyah berharap gagasan NusaTani tidak berhenti sebagai karya tulis ilmiah, tetapi dapat diwujudkan secara nyata oleh pemerintah maupun pihak swasta, sehingga mampu membantu meningkatkan hasil panen dan menjaga stabilitas pangan di wilayah kepulauan dan terpencil. [Magang_Yuki Haniyah]