(Unila): AIESEC in Universitas Lampung (Unila) menyelenggarakan AIESEC Future Leaders (AFL) Summer Peak 2026 sebagai wadah pengembangan kepemimpinan bagi generasi muda melalui serangkaian pembelajaran dan proyek sosial berbasis Sustainable Development Goals (SDGs). Program tersebut berlangsung pada 18 April hingga 23 Mei 2026 di berbagai lokasi di Universitas Lampung.

Program AFL Summer Peak 2026 diikuti oleh lebih dari 100 mahasiswa berusia 18–21 tahun dari berbagai perguruan tinggi di Lampung. Melalui program ini, peserta difasilitasi untuk mengembangkan kesadaran diri, keterampilan kepemimpinan, kemampuan komunikasi, serta pemahaman mengenai social impact melalui berbagai sesi pembelajaran dan implementasi proyek sosial.

Program ini diselenggarakan untuk menjawab kebutuhan generasi muda terhadap ruang pengembangan diri yang tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga memberikan pengalaman praktis dalam mengenali potensi diri, membangun keterampilan profesional, serta menciptakan kontribusi nyata bagi masyarakat. Melalui rangkaian kegiatan yang terstruktur, peserta diajak memahami proses kepemimpinan mulai dari tahap pengembangan diri hingga implementasi solusi sosial yang relevan dengan berbagai isu di lingkungan sekitar.

Rangkaian AFL Summer Peak 2026 diawali dengan Induction Session bertajuk “Rise Beyond Limits: Crafting Leaders Through the Journey with AFL Summer Peak 2026” yang diselenggarakan pada 18 April 2026 di Gedung A Fakultas Hukum Universitas Lampung. Sebanyak 112 delegates dan 18 coaches mengikuti sesi pengenalan program, nilai organisasi, alur pembelajaran, serta berbagai aktivitas interaktif yang bertujuan membangun kesiapan peserta sebelum memasuki tahapan pengembangan berikutnya.

Setelah mengikuti induction, para delegates melanjutkan perjalanan pembelajaran melalui empat sesi Capacity Building yang dirancang secara berkelanjutan. Capacity Building 1 mengangkat tema “Unlocking Your Strengths: Discovering the Skills and Potential That Make You Stand Out” bersama Sifa Salma Sriyani. Melalui sesi ini, peserta diajak mengenali kekuatan, pengalaman, minat, dan nilai yang dimiliki sebagai fondasi dalam membangun kesadaran diri dan kepercayaan diri.

Tahapan berikutnya dilanjutkan melalui Capacity Building 2 bersama Muhammad Sami Arkan yang membahas “Professional Communication for Opportunities: Presenting Your Ideas, Skills, and Initiatives with Confidence”. Dalam sesi ini, peserta mempelajari pentingnya komunikasi profesional, cara menyampaikan ide secara terstruktur, serta membangun kepercayaan diri dalam berbagai kesempatan akademik maupun profesional.

Pembelajaran kemudian berlanjut pada Capacity Building 3 bertema “Managing Social Impact Projects with Digital Tools: Planning and Executing Impact Initiatives” yang dibawakan oleh M. Iqbal Az-Zahir. Peserta diperkenalkan dengan proses perencanaan dan pengelolaan proyek sosial secara terstruktur, mulai dari penyusunan tujuan, pembagian peran, pengelolaan timeline, hingga pemanfaatan berbagai alat digital untuk mendukung kolaborasi tim.

Sementara itu, Capacity Building 4 bersama Sabrina Octariani mengangkat topik “Turning Impact Projects into Opportunities: Building an Impact Portfolio for Internship, Exchange, and Future Opportunities”. Delegates diajak memahami bagaimana pengalaman organisasi maupun proyek sosial dapat dikembangkan menjadi impact portfolio untuk mendukung berbagai peluang di masa depan, seperti internship, pertukaran pelajar, beasiswa, maupun pengembangan karier.

Sebagai puncak rangkaian kegiatan, AIESEC in Unila menyelenggarakan Final Project Expo bertajuk “From Ideas to Impact: Showcasing Youth-Led Social Solutions and Future Opportunities” pada 23 Mei 2026 di Gedung D 1.1 Fakultas Hukum Universitas Lampung. Dalam kegiatan ini, sebanyak 110 delegates mempresentasikan berbagai proyek sosial yang mereka kembangkan berdasarkan isu-isu yang selaras dengan SDGs, mulai dari pendidikan, kesehatan, lingkungan, hingga pemberdayaan masyarakat.

Proyek-proyek tersebut dipresentasikan di hadapan dewan juri yang terdiri dari Endriko Bagus Pratama, Local Committee President AIESEC in Unila, Devan Ahmad Pramudia, Founder of Gham Buceghita dan Chairman of Leuweung Hub Foundation, serta Cindy Dwi Islami, Urban Planner dan Program Manager di YSC Indonesia. Selain sesi presentasi, peserta juga memperkenalkan proyek mereka melalui booth exhibition yang terbuka bagi pengunjung sehingga memungkinkan terjadinya pertukaran ide dan diskusi yang lebih luas.

Menurut Syahra Aulia Pradani, salah satu delegates AFL Summer Peak 2026, program tersebut memberikan banyak pengalaman baru yang membantunya berkembang selama proses pembelajaran berlangsung. “Aku nggak cuma belajar tentang teamwork, tapi juga belajar gimana cara mengembangkan ide menjadi sesuatu yang berdampak dan relevan dengan isu sosial di sekitar. AFL juga membantu aku ke luar dari zona nyaman dan lebih berani dalam berkolaborasi,” ujarnya.

Hal serupa juga disampaikan oleh Riyan Daris yang menilai AFL Summer Peak 2026 sebagai pengalaman yang edukatif sekaligus bermakna. Menurutnya, proses pengembangan proyek sosial bersama tim memberikan banyak pembelajaran mengenai kerja sama, penyusunan strategi, serta pencarian solusi terhadap berbagai permasalahan yang diangkat selama program berlangsung.

Melalui AFL Summer Peak 2026, AIESEC in Unila berharap semakin banyak generasi muda yang mampu mengenali potensinya, mengembangkan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan masa depan, serta mengambil peran aktif dalam menciptakan dampak positif bagi masyarakat. Sebab, kepemimpinan tidak hanya lahir dari kemampuan memimpin orang lain, tetapi juga dari keberanian untuk terus belajar, bertumbuh, dan berkontribusi bagi lingkungan sekitar. [Magang_Shalu Munadiyan]