AIESEC in Unila dan UTI Hadirkan Pertukaran Budaya dalam YFK Vol III

0
284

(Unila): AIESEC in Unila bekerja sama dengan Teknokrat English Club sukses menyelenggarakan kegiatan Youth for Krakatoa Vol. III dengan tema “Empowering Youth Leadership from Lampung Culture to Global Impact”.

Berkolaborasi dengan Teknokrat English Club (TEC) Universitas Teknokrat Indonesia, kegiatan bertempat di Ruang Auditorium A Lantai 4, Gedung FEB, Universitas Teknokrat Indonesia, pada hari Minggu, 14 Desember 2025.

Youth For Krakatoa (YFK) merupakan program yang bertujuan untuk mendorong pertukaran budaya lintas negara, pemahaman lintas budaya di kalangan pemuda, sekaligus mengembangkan nilai-nilai kepemimpinan seperti empati, komunikasi, dan kolaborasi.

Di tengah arus globalisasi, pemuda tidak hanya dituntut memahami perbedaan budaya, tetapi juga mampu memimpin dan berkontribusi secara aktif dalam lingkungan yang beragam.

Melalui kegiatan ini, peserta diberikan ruang untuk mengeksplorasi warisan budaya Lampung sekaligus terlibat dalam interaksi dua arah bersama mahasiswa internasional dari berbagai negara.

Kegiatan dihadiri Albertus Nur Cahyo, Taman Budaya Representative, Suprayogi, S.S., M.Hum., Advisor Teknokrat English Club dan perwakilan Universitas Teknokrat Indonesia, Dina Amelia, S.S., M.Hum., Co-advisor Teknokrat English Club, Iwan Sulistyo, S.Sos., M.A., Board of Advisors (BoA) AIESEC, Hanny Wulandari Fernanto, President Teknokrat English Club, serta Restu Krisdahyanto, Local Committee President AIESEC in Unila, serta Incik Abiyyu Dhaif Ramadhan, Organizing Committee President Youth for Krakatoa Vol. III x Teknokrat English Club.

Acara yang diikuti 132 peserta berusia 18-25 tahun dari total 148 pendaftar ini datang dari berbagai latar belakang akademik dan daerah.

Mereka disambut dengan rangkaian pembukaan yang kaya nuansa lokal, termasuk penampilan tari adat Lampung oleh PIK R (Pusat Informasi dan Konseling Remaja) yang memukau penonton sejak awal acara.

Tak hanya itu, melalui kolaborasi dengan Wastra Aksara, komunitas penggiat budaya Lampung, yang menghadirkan fashion show busana tradisional Lampung sekaligus memperkenalkan produk fashion lokal yang mengangkat motif, tenun, dan filosofi budaya Lampung ke dalam desain kontemporer menunjukkan bahwa identitas lokal bisa tampil relevan di panggung global.

Incik Abiyyu selaku Organizing Committee President Youth for Krakatoa Vol. III x Teknokrat English Club menegaskan bahwa Youth for Krakatoa Vol. III x Teknokrat English Club dirancang sebagai wadah bagi pemuda untuk mengembangkan kapasitas kepemimpinan melalui proses pertukaran budaya lintas negara tanpa meninggalkan akar budaya lokal Lampung.

“Youth for Krakatoa Vol. III x Teknokrat English Club diselenggarakan sebagai ruang bagi pemuda untuk mengembangkan kapasitas kepemimpinan melalui pertukaran budaya lintas negara dengan tetap berakar pada nilai budaya lokal Lampung. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa budaya lokal dapat menjadi fondasi kuat dalam membentuk pemuda yang berwawasan global dan mampu berkontribusi secara nyata di tengah masyarakat yang beragam,” ujarnya.

Rangkaian inti acara dilanjutkan dengan sesi talkshow selama 30 menit bertema “Shaping Leaders Through Lampung Culture for Global Experience” yang disampaikan Lora Gustia Ningsih, S.Sn., M.Sn., serta sesi seminar 30 menit bertajuk “Shaping Leaders Through Global Action for Real Impact” oleh Indhiraswari Anindhita Pramesti.

Kedua sesi dilengkapi sesi tanya jawab interaktif yang mendorong pemahaman mendalam antar peserta.

Acara ditutup dengan sesi penutupan dan pameran budaya selama 40 menit oleh mahasiswa internasional sebagai exchange participant, beberapa di antaranya berasal dari Rusia yaitu Zhdanova Kseniia Andreevna dan Elizaveta, Yaman yaitu Alaaddin Ali Ahmed Al-Gerafi, serta Afghanistan yaitu Hafizullah Mosavi, yang turut menampilkan booth berisi budaya dari masing-masing negara sebagai wujud nyata pertukaran budaya lintas negara.

Melalui rangkaian kegiatan ini, para peserta tidak hanya memperoleh wawasan, tetapi juga pengalaman yang memperkuat identitas budaya lokal sekaligus memperluas kapasitas kepemimpinan dengan perspektif global.

Hussain selaku anggota panitia pelaksana berbagi kesan, “Jadi OC YFK ternyata seseru itu. Aku kira bakal super sibuk sampai suntuk, tapi ternyata asik banget! Jadi OC ini nambah experience dan insight soal cara mengelola acara, apalagi bareng teman-teman OC yang seru dan saling dukung. Persiapan jadi momen bonding yang nggak terlupakan, dan pas hari H semua kerja keras itu pays off. Banyak hal baik yang terjadi,” ungkapnya.

Michelle, mahasiswi Sastra Prancis Universitas Lampung yang hadir sebagai peserta, menyampaikan antusiasmenya, “Ini pertama kalinya aku ikut acara AIESEC in Unila. YFK Vol. III benar-benar insightful dan menginspirasi! Aku jadi lebih paham soal kepemimpinan pemuda dan peluang global.

Apalagi pas lihat cultural booth-aku bisa belajar langsung dari teman-teman dari Rusia, Yaman, dan negara lain. Ini bikin aku makin semangat buat terus belajar, eksplor, dan bikin dampak positif di tingkat global,” tuturnya.

Kegiatan ini tidak hanya mempererat hubungan antarpemuda sekitar dan pemuda dari negara lain, tetapi juga menegaskan peran Lampung sebagai pintu gerbang dialog budaya di tingkat yang lebih luas.

Youth for Krakatoa Vol. III x Teknokrat English Club membuktikan bahwa pemuda Lampung siap menjadi agen perubahan yang berakar pada budaya lokal namun berwawasan global, karena kepemimpinan masa depan lahir dari keberanian memahami dunia, sambil tetap menjaga denyut budaya sendiri.

Melalui rangkaian kegiatan seperti talkshow, seminar, penampilan budaya Lampung, dan exhibition bersama mahasiswa internasional, acara ini diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar yang bermakna, mendorong keberanian untuk berkolaborasi, serta menumbuhkan empati dan kesadaran budaya sebagai bagian dari kepemimpinan pemuda.[Magang_Shalu Munadiyan]