
(Unila) : Tak akan merugi seseorang mendalami suatu bidang yang disukainya, lalu ia bersungguh-sungguh melakukannya. Pepatah inilah yang kemudian menjadi cikal bakal kesuksesan Budi Kadaryanto. Berkat kepiawaiannya berbahasa Inggris, empat benua berhasil ia jajaki.
Dosen Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung (Unila) ini mengaku, tak pernah membayangkan sebelumnya. Melakukan kunjungan ke negara luar menyuguhkan cerita tersendiri baginya, apalagi hingga melintasi beberapa benua.
“Saya tak pernah membayangkan bisa mengunjungi berbagai belahan dunia. Apalagi hingga lintas benua. Tapi paling tidak, hal itu sudah saya lakukan sekarang,” ujar alumnus Unila terbaik 2 Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Unila 2004 ini.
Setahun pascalulus, Budi berkesempatan bergabung sebagai tenaga pendidik pada almamaternya. Dirinya juga terlibat dalam tim program peningkatan kerja sama luar negeri FKIP Unila. Setidaknya, kini sudah lima negara pada empat benua ia kunjungi. Amerika Serikat, Australia, Singapura, Thailand, dan Belanda. “Jadi tinggal benua Afrika yang belum saya datangi,” ungkap pria kelahiran 1981 ini.
Lelaki asal Sragen, Jawa Tengah, ini mengatakan, sejak kecil dirinya memang gemar berbahasa Inggris. Menurutnya, kegemarannya dalam berbahasa Inggris-lah yang berhasil membawanya bertandang ke mencanegara. Upaya Unila dalam menjalin kerja sama luar negeri telah menjembatani Budi mengeksplorasi kemampuannya di negara luar.
“Suka tidak suka kita harus bisa menguasai bahasa Inggris agar bisa bergaul dengan masyarakat global,” urainya.
Kemampuan bahasa Inggris yang sangat baik ditambah tata krama, serta sopan santun menurut Budi merupakan modal utama untuk meningkatkan rasa percaya diri tatkala berhadapan dengan orang asing. “Jika kita memiliki kemampuan bahasa baik dan bertatakrama baik pula, mereka pun akan respek. Jadi kita juga tidak boleh minder,” katanya lagi.
Terkait pengembangan kerja sama luar negeri FKIP Unila sendiri, Budi menjelaskan, saat ini almamaternya tengah membangun link lebih banyak lagi dengan negara-negara di benua Eropa.
“Peluang ini sangat besar mengingat kita sudah membuka peluang kerja sama dengan Utrech University di Belanda yang memang punya kedekatan sejarah dengan kita. Tak menutup kemungkinan kerja sama ini akan diperluas di negara Eropa lainnya,” tandasnya.[] Mutiara