Semangat Keiysa Jalani PKKMB Unila dan Raih Cita-Cita di Arsitektur

(Unila): Keiysa Fathya memulai perjalanan barunya sebagai mahasiswa Universitas Lampung (Unila) dengan mengikuti rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB). Mahasiswa Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Unila itu mengikuti kegiatan tersebut dengan antusias sebagai kesempatan untuk mengenal lingkungan kampus dan kehidupan perkuliahan.

Keiysa mengaku senang dapat mengikuti PKKMB Unila. Selain rangkaian kegiatan yang berlangsung meriah, ia juga merasa mendapat perhatian dan bantuan dari panitia serta kakak tingkat selama kegiatan.

“Perasaan dan kesan saya pastinya sangat senang, karena PKKMB di Unila ini sangat seru dan meriah. Terlebih lagi saya merasa sangat tertolong dan dipedulikan kakak-kakak di sini,” ungkapnya.

Bagi Keiysa, berkenalan dan berinteraksi dengan mahasiswa baru menjadi salah satu momen paling berkesan selama PKKMB. Namun, padatnya agenda dan kondisi Gedung Serbaguna (GSG) yang diisi ribuan mahasiswa sempat membuatnya mengalami overstimulasi. Ia mengatasinya dengan menenangkan diri, minum air putih, mengonsumsi permen, dan tetap menikmati kegiatan.

Dukungan juga dirasakan Keiysa dari teman-teman Kelompok 30 yang kerap membantunya selama kegiatan. Kepedulian tersebut membuatnya merasa tidak menjalani masa awal perkuliahan seorang diri.

Di luar pengalaman PKKMB, Keiysa menghadapi tantangan dalam mobilitas berjalan dan kesulitan menaiki anak tangga apabila tidak tersedia pegangan. Kondisi tersebut tidak menyurutkan keinginannya untuk terus belajar dan berkembang. Dukungan ibu, ayah, dan kakaknya menjadi salah satu kekuatan bagi Keiysa, terutama sang ibu yang selalu mendampinginya, termasuk mengantar ke kampus maupun berbagai kegiatan.

“Ibu yang paling tahu susah senangnya saya. Beliau juga yang selalu mengantar saya ke kampus atau ke mana pun. Beliau sangat berjasa di hidup saya,” tuturnya.

Ketertarikan Keiysa terhadap Arsitektur tumbuh dari kegemarannya pada seni dan ketertarikannya terhadap matematika sejak SMA. Ia melihat Arsitektur sebagai bidang yang dapat mempertemukan kedua minat tersebut. Ketertarikannya semakin berkembang setelah melihat berbagai konten mengenai gaya arsitektur serta makna dan fungsi di balik sebuah bangunan.

Keputusan memilih Arsitektur juga menjadi langkah bagi Keiysa untuk tetap mendekati minatnya terhadap bidang seni sekaligus membuka kesempatan untuk mempelajari hal baru. Sementara itu, Unila dipilih karena dinilainya dapat menjadi ruang untuk memperoleh pengalaman, memperluas relasi, serta mendapatkan ilmu yang bermanfaat.

Ke depan, Keiysa berharap dapat terlibat dalam proyek yang memungkinkan sketsa dan gagasan yang dibuatnya diwujudkan menjadi bangunan nyata. Ia juga ingin menjadi mahasiswa aktif, keluar dari zona nyaman, terus mencoba hal baru, dan membangun relasi selama menjalani pendidikan di Unila.

“Saya berharap bisa berkontribusi dalam sebuah proyek yang memungkinkan saya mewujudkan sketsa yang saya buat menjadi bangunan nyata di kemudian hari,” ujarnya.

Perjalanan Keiysa sebagai mahasiswa Arsitektur Unila baru dimulai. Ia ingin memanfaatkan masa perkuliahan untuk keluar dari zona nyaman, mengembangkan diri, dan mewujudkan gagasan arsitekturnya menjadi karya nyata di masa depan. [Magang_Yeshicha Indah Cahyani]