

(Unila): Ribuan kilometer dari tanah kelahirannya di Zambia, Aaron Lungu berdiri tegap dalam barisan Paskibraka pada pembukaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Lampung (Unila), Selasa, 11 Agustus 2026. Sebagai mahasiswa internasional, kehadiran Aaron dalam momen tersebut menjadi pengalaman istimewa untuk turut merasakan semangat kebersamaan dan kebangsaan di lingkungan Unila.
Bagi Aaron, berada di barisan tersebut bukan sekadar menjalankan tugas. Mahasiswa Program Studi Sarjana (S-1) Teknik Mesin Unila melalui Beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB) itu tengah menjalani pengalaman yang sebelumnya tidak pernah ia bayangkan. Dari Zambia, ia datang ke Indonesia untuk menimba ilmu. Namun, di kampus yang kini telah menjadi bagian dari hidupnya, ia justru mendapat kesempatan untuk belajar tentang Indonesia melalui sebuah tradisi yang belum pernah dikenalnya.
Kesempatan tersebut hadir ketika Kantor Urusan Internasional (KUI) Unila memilih Aaron untuk mewakili mahasiswa internasional dalam barisan Paskibraka pada pembukaan PKKMB. Meski belum pernah mengikuti kegiatan serupa, Aaron menyambutnya dengan antusias dan menjadikannya kesempatan untuk mencoba pengalaman baru.
Dengan bimbingan tim dan teman-teman selama latihan, Aaron perlahan mengenal gerakan serta tata cara yang harus dilakukan. Pengalaman tersebut memberinya pelajaran baru tentang kedisiplinan, kerja sama, dan semangat kebersamaan. Bagi Aaron, proses itu menjadi bagian menyenangkan dari perjalanannya mengenal budaya dan kehidupan kampus di Indonesia.
Semua proses itu bermuara pada satu momen ketika Aaron akhirnya berdiri dalam barisan Paskibraka di hadapan mahasiswa baru. Rasa gugup yang mungkin hadir di awal latihan berubah menjadi rasa syukur dan bangga. Sebagai mahasiswa asal Zambia, ia merasa mendapat kehormatan untuk mengambil bagian dalam salah satu momen penting di kampus yang telah menjadi rumah keduanya.
“Ketika saya berdiri sebagai bagian dari Paskibraka dalam pembukaan PKKMB hari ini, saya merasa sangat bersyukur, excited, dan tentunya bangga. Bagi saya, ini adalah sebuah kehormatan yang luar biasa,” ujar Aaron.
Pengalaman tersebut membawa Aaron melihat Indonesia dari sudut pandang yang berbeda. Keterlibatannya dalam PKKMB membuatnya dapat merasakan secara langsung semangat kebersamaan dan antusiasme yang menurutnya begitu kuat.
Sebelum menjadi bagian dari Unila, Indonesia sendiri telah menarik perhatian Aaron. Ia mengenal Unila melalui Beasiswa KNB dan langsung tertarik dengan konsep green campus serta lingkungan kampus yang indah. Keinginannya untuk mengenal budaya Indonesia dan bertemu dengan orang-orang dari berbagai latar belakang semakin menguatkan langkahnya untuk datang ke Lampung.
Kini, Aaron menemukan lingkungan yang membuatnya nyaman untuk belajar sekaligus berkembang. Baginya, Unila telah menjadi tempat untuk membangun hubungan, mengenal budaya baru, dan membuka diri terhadap pengalaman yang sebelumnya tidak pernah ia bayangkan.
Salah satu pengalaman yang paling membekas bagi Aaron dalam PKKMB 2026 adalah ketika ia menerima almamater. Kain almamater itu menjadi lebih dari sekadar identitas mahasiswa. Bagi Aaron, momen tersebut terasa seperti sebuah penanda bahwa perjalanan panjang dari Zambia akhirnya membawa dirinya menjadi bagian dari keluarga besar Unila.
Rasa bangga itu kemudian tumbuh menjadi keinginan untuk memberikan sesuatu kembali. Selama menjalani pendidikan di Unila, Aaron berharap dapat berkembang tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga melalui inovasi dan kegiatan yang memberikan manfaat bagi orang lain. Ia ingin membangun komunitas yang positif dan mengambil bagian dalam menciptakan perubahan yang baik.
“Unila bukan hanya tempat saya belajar, tetapi juga tempat saya bertumbuh, membangun hubungan, dan memberikan kontribusi. Saya berharap bisa memberikan dampak positif bagi orang lain dan ikut berkontribusi untuk Indonesia yang lebih baik,” pungkasnya.
Dari Zambia hingga Lampung, langkah Aaron menjadi bukti bahwa keberanian untuk membuka diri pada pengalaman baru dapat membawa seseorang menemukan arti dari sebuah perjalanan. Di Unila, ia tidak hanya datang untuk menimba ilmu, tetapi juga belajar tentang kebersamaan, menghargai perbedaan, dan menjadi bagian dari Indonesia. [Magang_Yuki Haniyah Azzahra]




