Unila dan PTPN III Tanda Tangani MoU Sepakati Kolaborasi Strategis Riset Hingga Implementasi

(Unila): Universitas Lampung (Unila) dan PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan dunia usaha melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU), di ruang rapat senat lantai dua Rektorat Unila, Rabu, 12 Agustus 2026.

Rektor Unila Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., IPM., ASEAN Eng., menegaskan, MoU tersebut menjadi langkah penting untuk memperkuat hubungan perguruan tinggi dengan dunia usaha. Ia menyebutkan tujuannya antara lain menjadi landasan untuk mempertemukan kekuatan akademik Unila dengan kebutuhan nyata industri perkebunan dan pertanian.

Ia menyampaikan, Unila memiliki sumber daya akademik yang kuat, termasuk 156 profesor serta Fakultas Pertanian dengan bidang keilmuan yang luas, mulai dari pertanian, teknologi pertanian, kehutanan hingga peternakan, sehingga fokus kerja sama dapat mencakup pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan sumber daya manusia, hingga pemanfaatan inovasi untuk menjawab persoalan produktivitas, efisiensi, dan keberlanjutan.

“Dengan adanya MoU ini, kerja sama ini bisa meningkatkan hubungan baik kita dan dapat membentuk suatu program yang mana untuk perguruan tinggi berdampak,” ujar Lusmeilia.

Menurutnya, konsep perguruan tinggi berdampak menuntut agar kekuatan yang dimiliki kampus tidak berhenti di ruang akademik. Pengetahuan, kepakaran, laboratorium, riset, serta sumber daya manusia Unila perlu dipertemukan dengan kebutuhan lapangan agar menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat. “Artinya apa yang kita miliki harus mempunyai dampak penting terhadap masyarakat,” tegasnya.

Karena itu, Unila mendorong agar MoU segera diterjemahkan ke dalam program yang konkret, terukur, dan berkelanjutan. Rektor juga melihat PTPN sebagai mitra strategis karena memiliki lahan, ekosistem industri, pengalaman pengelolaan komoditas, serta ruang praktik yang dapat memperkuat proses pembelajaran dan penelitian mahasiswa.

“Kita punya ahlinya mungkin dan di tempat bapak juga ada ahlinya dan ada tempat praktiknya buat anak-anak kami,” kata Lusmeilia.

Dari sisi PTPN III, Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara III (Persero) Denaldy Mulino Mauna melihat kebutuhan kolaborasi dengan perguruan tinggi semakin mendesak seiring perubahan ekosistem industri yang berlangsung cepat. Menurutnya, perusahaan tidak cukup hanya mengejar produktivitas dan efisiensi, tetapi juga harus mampu beradaptasi, berinovasi, dan memastikan keberlanjutan.

“Kita dituntut untuk tidak hanya produktif, efisien, tapi juga adaptif, inovatif, dan juga berkelanjutan,” ujar Denaldy.

Ia menilai, dunia industri memiliki kekuatan pada pengalaman operasional dan rutinitas produksi, sementara perguruan tinggi memiliki ruang yang lebih besar untuk mengembangkan inovasi berbasis riset. Oleh karena itu, kolaborasi dengan kampus dinilai penting untuk menjembatani kebutuhan tersebut.

“Kami di industri itu tadi fokusnya adalah produktif dan efisien, tapi kami benar-benar melihat bahwa untuk inovasinya, untuk keberlanjutannya, untuk adaptifnya mungkin akan lebih banyak kami akan perlu berkolaborasi dengan kampus,” katanya.

Salah satu agenda konkret yang mengemuka dalam pertemuan tersebut adalah pengembangan komoditas ubi kayu. Denaldy menyebut produktivitas tinggi dan potensi pemanfaatannya untuk mendukung agenda ketahanan energi menjadi alasan penting untuk mendorong riset dan uji coba bersama.

“Kalau kita bisa mewujudkan itu, cita-cita program pemerintah untuk bioetanol dan etanol supaya kita ketahanan energi nanti,” ujarnya.

Hadir dalam kegiatan jajaran Direksi PTPN III, perwakilan PTPN I beserta jajaran Regional Head dan jajaran PTPN I yang berkantor di Lampung, Wakil Rektor I Unila, Ketua Senat Unila, Kepala BPKHM, Dekan Fakultas Pertanian Unila, jajaran wakil dekan, serta pimpinan. [Riky Fernando]