(Unila): Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Lampung (Unila) menyelenggarakan ujian terbuka sidang promosi doktor pada Senin, 13 Juli 2026, di Aula A 1.1 FISIP Unila.

Sidang Promosi Doktor dibuka oleh Prof. Dr. Ir. Murhadi, M.Si., sebagai perwakilan Ketua Tim Penguji, Prof. Dr. Anna Gustina Zainal, S.Sos., M.Si.; sebagai Sekretaris Penguji, Dr. Bartoven Vivit Nurdin, S.Sos., M.Si.; selaku Promotor, dan Dr. Dedy Hermawan, S.Sos., M.Si.; selaku Co-Promotor.

Turut hadir Prof. Intan Fitri Meutia, S.A.N., M.A., Ph.D.; Prof. Dr. Novita Tresiana, S.Sos., M.Si.; Dr. Suripto, S.Sos., M.AB.; Prof. Drs. Hertanto, M.Si., Ph.D.; selaku Penguji Internal, serta Dr. Ir. Mulyadi Irsan, M.T.; selaku Penguji Eksternal.

Pada kesempatan tersebut, Ari memaparkan disertasinya yang berjudul “Model Integrasi Berkelanjutan Ruang Terbuka Hijau (RTH) dalam Mendukung Kota Kreatif di Kota Metro”.

Penelitian ini berangkat dari belum optimalnya pengelolaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Metro. Realisasi RTH publik hingga saat ini baru mencapai 17,13 persen, masih berada di bawah target nasional sebesar 30 persen.

Selain itu, pemanfaatan RTH masih terbatas pada fungsi ekologis dan rekreatif sehingga belum terintegrasi dengan potensi ekonomi kreatif dan ekologi budaya.

“Ruang terbuka hijau tidak hanya berfungsi sebagai ruang ekologis, tetapi juga memiliki potensi untuk mendukung ekonomi kreatif dan pelestarian budaya apabila dikelola secara terintegrasi,” ujarnya.

Penelitian ini bertujuan menganalisis keterlibatan masyarakat dan pemerintah daerah dalam pengelolaan RTH, mengkaji tata kelola pemerintah dalam mengintegrasikan konsep kota kreatif dan ekologi budaya, serta merumuskan model pengelolaan RTH terintegrasi guna mendukung terwujudnya Kota Metro sebagai kota kreatif yang berkelanjutan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan RTH di Kota Metro belum berjalan optimal. Kondisi tersebut ditandai dengan rendahnya partisipasi masyarakat, fragmentasi data antarorganisasi perangkat daerah, serta belum adanya model pengelolaan RTH yang terintegrasi.

Penelitian ini menghasilkan Model Creative Green Open Space Governance (CGOS) sebagai model pengelolaan RTH berbasis kolaborasi yang menempatkan masyarakat sebagai penggerak utama, sementara pemerintah berperan sebagai fasilitator.

Prof. Murhadi menyampaikan ucapan selamat kepada promovenda sebagai lulusan doktor ke-22. Ia berharap gelar doktor yang diraih dapat memberikan manfaat serta ilmu yang diperoleh dapat diimplementasikan untuk mendukung pembangunan dan kemajuan masyarakat.

Model CGOS diharapkan dapat menjadi acuan bagi pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan pengelolaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang lebih kolaboratif, partisipatif, dan berkelanjutan, serta dapat diterapkan di daerah lain dengan karakteristik serupa. [Magang_Yeshicha Indah Cahyani]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

+ 87 = 88