(Unila): Empat anggota Komunitas Baca (Kombaca) Perpustakaan Universitas Lampung (Unila) mengikuti kegiatan Youth Dialogue Studio (YDS) 2026 yang diselenggarakan United In Diversity (UID) Foundation, Kamis, 9 Juli 2026, di Aula A, Universitas Teknokrat Indonesia.
Dinal Azmi, Chika Adha Zahira, Nazwa Indra Pratiwi dan Nadine Putri Tasya menghadiri talkshow kepemudaan tersebut untuk mendapatkan wawasan dan inspirasi baru tentang kepemimpinan, inovasi sosial, serta pembangunan berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini keempatnya mendapatkan wawasan terkait pengalaman praktik baik anak muda membangun perubahan sosial. Pengalaman ini menginpirasi mereka untuk terus mengembangkan diri agar mampu melakukan aksi, membuat perubahan sosial di lingkungannya dan memperluas jejaring.
Nadine mengatakan, alur diskusi YDS 2026 berjalan sangat menyenangkan. Diskusinya interaktif dengan pembahasan tentang bagaimana anak muda bisa ikut berperan dalam menciptakan perubahan di lingkungan sekitar menarik perhatiannya.
“Semoga kegiatan seperti ini bisa terus diadakan lagi di Lampung agar makin banyak anak muda yang termotivasi untuk berani berdiskusi dan membawa perubahan positif di lingkungan sosial,” kata mahasiswi Ilmu Administrasi Negara 2025 itu.
YDS Lampung 2026 merupakan bagian dari rangkaian roadshow program Youth Action Forum (YAF) 6.0 yang diselenggarakan UID Foundation bersama Sustainable Development Solutions Network (SDSN) Southeast Asia. Kegiatan dilaksanakan di delapan kota yakni Lampung, Palembang, Bengkulu, Lampung, Papua Barat, Maluku, Gorontalo, Bali, dan Jakarta.
Penyelenggaraan YDS Lampung 2026 turut mendapat dukungan dari Wakil Gubernur Provinsi Lampung dan Wali Kota Bandar Lampung lewat perwakilannya serta pimpinan UTI. Sesi talkshow YDS 2026 dipandu oleh Barry Afriando, M.B.A., selaku Program and Partnership Manager United in Diversity Foundation.
Para narasumber yang hadir, yaitu Muh Rifai Sahida, S.E. (Founder Garis Hitam Indonesia sekaligus Youth Action Forum/YAF 4.0 Fellow), Aprilidia (REALM Specialist Save the Children Indonesia), Devan Ahmad Pramudia (Chairperson Leuweung Hub Foundation sekaligus mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia). [Rilis]
