(Unila): Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) menyelenggarakan Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 Minggu (28/6). Sarasehan Kebangsaan 2026 mengangkat tema “Strategi Kemandirian Ekonomi dan Kesejahteraan Indonesia”

Kegiatan ini merupakan forum strategis nasional yang mempertemukan para Menteri Kabinet Merah Putih, pimpinan perguruan tinggi, akademisi, dan pemangku kepentingan untuk merumuskan rekomendasi kebijakan berbasis ilmu pengetahuan dalam mendukung kemandirian ekonomi dan kesejahteraan bangsa.

Adapun bidang fokus yang akan dibahas meliputi ekonomi dan keuangan, ketahanan pangan, energi, hilirisasi dan industri, kelautan dan perikanan, pertanian, serta pendidikan. Kegiatan ini diharapkan menghasilkan rumusan dan rekomendasi strategis dari perguruan tinggi sebagai masukan bagi Pemerintah dalam memperkuat pembangunan nasional yang inklusif, adaptif, dan berdampak.

Rektor Universitas Lampung Prof. Lusmeilia Apriani beserta jajaran melalui forum KSTI ini, siap untuk memperkuat kolaborasi dalam menghasilkan kebijakan ekonomi berbasis ilmu pengetahuan yang memberikan manfaat nyata bagi pembangunan nasional serta memberikan masukan bagi Pemerintah dalam memperkuat pembangunan nasional yang inklusif, adaptif, dan berdampak, menyiapkan talenta unggul, serta mempercepat transformasi ekonomi menuju Indonesia Emas 2045.

Melalui keikutsertaan dalam KSTI 2026, Unila menaruh harapan besar agar terjalin kolaborasi multistakeholder yang lebih solid dan terarah di masa depan. Kemitraan strategis ini diharapkan dapat membuka akses yang lebih luas bagi mahasiswa dan dosen Unila dalam program-program riset bersama industri skala besar, joint venture inovasi, hingga implementasi program Kampus Berdampak [Rilis]