(Unila): Bidang Pendidikan Forum Silaturahmi Mahasiswa Pendidikan Kimia (Fosmaki) FKIP Universitas Lampung (Unila) sukses menyelenggarakan Seminar Mastery of Research and Undergraduate Thesis (SMART) 2026 pada Sabtu, 13 Juni 2026, di Aula A FKIP Universitas Lampung. Kegiatan yang mengusung tema “Membangun Research Mindset dan Kesiapan Akademik Mahasiswa Pendidikan Kimia Menuju Karya Ilmiah yang Berkualitas” ini diikuti oleh mahasiswa Pendidikan Kimia, khususnya mahasiswa tingkat akhir yang sedang mempersiapkan penelitian skripsi.

Seminar SMART 2026 diselenggarakan sebagai upaya membantu mahasiswa memahami proses penelitian dan penyusunan skripsi secara lebih sistematis. Kegiatan ini dilatarbelakangi masih ditemukannya mahasiswa yang mengalami kesulitan dalam menentukan topik penelitian, memilih metode penelitian yang sesuai, hingga membangun kesiapan mental dalam menghadapi proses penyusunan skripsi.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Forum Komunikasi (Forkom) dari berbagai program studi di lingkungan FKIP Unila sebagai bentuk dukungan dan penguatan silaturahmi antarlembaga kemahasiswaan.

Kegiatan menghadirkan Dr. Bayu Saputra, S.Pd., M.Pd., Dosen Pendidikan Kimia FKIP Unila sekaligus pembina kegiatan, yang menyampaikan materi mengenai strategi dan panduan penyusunan skripsi. Selain itu, tiga alumni Pendidikan Kimia, yaitu Nicolas Arya Saputra, S.Pd., Rona Wirda Triani, S.Pd., dan Feri Andriyanto, S.Pd., turut berbagi pengalaman mengenai pelaksanaan penelitian pengembangan dan eksperimen yang banyak digunakan dalam penelitian mahasiswa Pendidikan Kimia.

Rangkaian acara meliputi pembukaan, pemaparan materi oleh narasumber, dan sesi diskusi interaktif. Menariknya, seminar ini dilaksanakan dengan konsep hybrid learning. Sebelum kegiatan tatap muka berlangsung, peserta terlebih dahulu mengakses video penjelasan penelitian dari masing-masing narasumber alumni secara daring. Peserta kemudian diberikan kesempatan mengirimkan pertanyaan melalui Google Form yang selanjutnya dibahas secara langsung dalam sesi diskusi.

Antusiasme peserta terlihat tinggi sepanjang kegiatan. Berbagai pertanyaan diajukan, mulai dari cara menentukan topik penelitian yang sesuai dengan payung penelitian dosen pembimbing hingga tahapan pelaksanaan penelitian pengembangan.

Salah satu peserta menanyakan mengenai cara menentukan sampel penelitian yang tepat. Menanggapi pertanyaan tersebut, Feri Andriyanto, S.Pd. menjelaskan bahwa dalam penelitian eksperimen, penentuan sampel harus memperhatikan kesetaraan karakteristik antara kelompok yang dibandingkan, seperti kelas eksperimen dan kelas kontrol. Menurutnya, kesetaraan kemampuan awal peserta didik menjadi faktor penting agar hasil penelitian benar-benar mencerminkan pengaruh perlakuan yang diberikan.

Ketua Pelaksana kegiatan, Amelia Ayuningtyas, menyampaikan SMART merupakan program kerja Bidang Pendidikan Fosmaki yang telah dilaksanakan secara berkelanjutan selama dua tahun terakhir.

“SMART merupakan program yang dirancang untuk membantu mahasiswa memahami proses penelitian dan penyusunan skripsi sejak dini. Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesiapan mahasiswa dalam menyelesaikan tugas akhirnya serta terus berkembang menjadi program yang bermanfaat bagi mahasiswa Pendidikan Kimia,” ujarnya.

Sementara itu, Dr. Bayu Saputra, S.Pd., M.Pd., menegaskan kegiatan seperti SMART tidak hanya bertujuan meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang penelitian, tetapi juga menjadi bagian dari upaya bersama dalam mendukung percepatan penyelesaian studi mahasiswa.

“Kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi sivitas akademika dalam mempersiapkan mahasiswa agar lebih siap menjalani proses penelitian dan menyelesaikan studinya tepat waktu. Kelulusan tepat waktu bukan hanya menjadi capaian individu mahasiswa, tetapi juga menjadi indikator penting dalam peningkatan mutu program studi dan institusi. Semakin tinggi angka kelulusan tepat waktu, semakin baik pula kinerja akademik yang tercermin dalam indikator Kinerja Kelulusan Tepat Waktu (KKTW) yang mendukung penguatan akreditasi program studi maupun universitas,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, Dr. Bayu juga mengingatkan mahasiswa untuk tidak menunda proses penyelesaian studinya. “Saya selalu berpesan kepada mahasiswa, usahakan lulus tepat waktu, bukan lulus pada waktu yang tepat,” ujarnya yang disambut antusias oleh peserta.

Salah satu peserta seminar mengaku memperoleh banyak wawasan baru setelah mengikuti kegiatan tersebut. “Acaranya sangat membantu karena memberikan gambaran yang jelas tentang tahapan penyusunan skripsi. Pengalaman yang dibagikan para alumni juga membuat kami lebih memahami tantangan dan solusi dalam proses penelitian,” ungkapnya.

Melalui penyelenggaraan SMART 2026, Bidang Pendidikan Fosmaki FKIP Unila berharap dapat terus memberikan kontribusi nyata dalam mendukung kesiapan akademik mahasiswa, meningkatkan kualitas penelitian skripsi, serta mendorong terwujudnya budaya akademik yang produktif dan berorientasi pada kelulusan tepat waktu. [Rilis]