(Unila): Kesempatan kedua menjadi momentum berharga bagi Siti Kholidah Kinayah atau yang akrab disapa Naya untuk terus mengejar cita-citanya. Lulusan SMK Negeri 4 Bandar Lampung tersebut mengikuti Seleksi Mandiri Masuk Perguruan Tinggi Negeri Wilayah Barat (SMMPT Barat) 2026 yang digelar Universitas Lampung (Unila), Kamis, 18 Juni 2026.

Ditemui sebelum mengikuti ujian berbasis komputer, Naya mengaku memanfaatkan kesempatan ini sebagai jalan untuk mewujudkan impian yang telah lama ia simpan. Berbeda dengan banyak peserta lainnya, Naya telah memiliki gambaran jelas mengenai masa depan yang ingin diraihnya.

“Saya dari dulu punya pengen punya perusahaan agensi yang berbeda dari yang udah ada. Menurut saya, peluang kayak gini itu masih sangat terbuka dan saya ingin bisa ngewujutinnya,” ujar Naya.

Untuk mendukung cita-cita itu, Naya memilih Program Studi Bisnis Digital sebagai tujuan studinya. Pilihan itu bukan keputusan yang muncul secara tiba-tiba, melainkan telah dipertimbangkan dan direncanakan sejak lama.

Perjalanan menuju bangku perguruan tinggi tidak selalu berjalan mulus. Sebelumnya, Naya telah mengikuti Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), namun hasil yang diperoleh belum sesuai harapan. Alih-alih menyerah, ia menjadikan pengalaman tersebut sebagai bahan evaluasi untuk mempersiapkan diri lebih baik pada kesempatan berikutnya.

“Waktu SNBT mungkin memang belum rezekinya. Tapi sekarang saya merasa punya peluang lebih karena sudah belajar dari pengalaman sebelumnya”, tuturnya

Menurut Naya, persiapan menghadapi SMMPT Barat kali ini dilakukan dengan lebih matang, baik dari sisi akademik maupun mental. Ia mengaku belajar lebih banyak dibandingkan saat menghadapi UTBK sebelumnya karena merasa persiapannya kala itu belum maksimal.

“Kesalahan-kesalahan yang pernah saya buat menjadi pelajaran untuk mempersiapkan diri lebih baik, saya berusaha memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin,” ungkapnya.

Kepada teman-teman seusianya yang masih ragu untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, Naya berpesan agar tidak mudah menyerah ketika menghadapi kegagalan.

“Jangan ragu dan jangan cepat putus asa, kita tidak pernah tahu masa depan seperti apa yang akan kita dapatkan, siapa tahu ke depannya justru menjadi lebih baik dari yang kita bayangkan,” pesannya. [Riky Fernando]