(Unila): Universitas Lampung (Unila) menyelenggarakan Seleksi Masuk Mandiri Perguruan Tinggi Negeri Wilayah Barat (SMM PTN Barat) tahun 2026. Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk komitmen nyata Unila dalam menyediakan jalur seleksi yang inklusif, bersih, dan akuntabel bagi calon mahasiswa.
Unila sempat menarik diri sementara dari jalur seleksi wilayah SMMPTN BARAT guna melakukan evaluasi internal yang mendalam. Namun, pada 2025 Unila kembali masuk ke dalam konsorsium yang menjadi bukti nyata bahwa sistem tata kelola dan integritas kampus hijau ini telah diakui kembali oleh publik dan institusi mitra.
Meski demikian, untuk tahun ini ada dua fakultas yang belum mengikutsertakan program studinya dalam SMM PTN Barat, yaitu Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) dan Fakultas Hukum (FH).
Rangkaian ujian SMMPTN Barat di Unila dilaksanakan selama tiga hari yang terbagi ke dalam dua sesi per hari menggunakan SOP standar UTBK SNBT nasional. Pada tahun ini, tercatat total 1.460 peserta ikut serta, dengan rincian kapasitas 290 peserta pada sesi satu hingga sesi lima, serta sepuluh peserta pada sesi enam sebagai kelompok penutup.
Demi menjaga kenyamanan, Unila membagi ruang ujian ke dalam kelompok kecil berkapasitas maksimal 20 peserta yang didampingi pengawas dan teknisi komputer bersiaga penuh. Langkah antisipasi kendala teknis dan perangkat cadangan juga telah dikoordinasikan secara matang guna menjamin kelancaran jalannya ujian.
Komitmen Unila dalam menjaga kepercayaan masyarakat juga dibuktikan melalui penerapan sistem penilaian yang sangat transparan. Kemudahan dan keterbukaan ini tidak hanya berlaku untuk SMM PTN Barat, tetapi juga akan diterapkan pada jalur Simanila (Seleksi Mandiri Unila) yang dijadwalkan berlangsung pada bulan Juli mendatang.
Unila menerapkan sistem nilai ujian peserta yang akan langsung ke luar setelah ujian selesai. Sistem real-time ini diadopsi untuk menutup celah manipulasi dan memberikan kepastian yang jelas bagi peserta maupun orang tua.
“Guna memastikan akuntabilitasnya, seluruh proses penilaian ini juga berada di bawah audit dan pengawasan ketat dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Inspektorat Jenderal (Itjen), serta Dewan Pengawas (Dewas),” ujar Muhamad Komarudin, S.T., M.T., selaku Koordinator Humas Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Unila, Rabu, 17 Juni 2026.
Sebagai bagian dari Badan Kerja Sama (BKS) PTN Wilayah Barat yang mencakup wilayah Sumatra, sebagian Kalimantan, dan Jawa bagian barat, jalur SMM PTN Barat ini menawarkan efisiensi luar biasa bagi calon mahasiswa.
“Jalur ini sangat memudahkan peserta yang berada di Lampung namun ingin mendaftar ke PTN luar daerah seperti Universitas Sumatra Utara (USU) atau Universitas Andalas (Unand) tidak perlu melakukan perjalanan jauh.
Mereka cukup mengikuti ujian di pusat UTBK Unila, sementara penentuan kelulusan akan dirapatkan bersama oleh pimpinan PTN konsorsium berdasarkan standar nilai yang setara dengan kualitas UTBK nasional,” ujarnya.
Dengan tren kepercayaan publik yang terus meningkat, Unila berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik selama proses seleksi ini. Jalur SMM PTN Barat dan Simanila yang akan datang diharapkan menjadi pintu gerbang yang adil dan transparan bagi putra-putri terbaik bangsa untuk menempuh pendidikan tinggi di Unila. [Magang_Nurma Safira]



