(Unila): Prestasi membanggakan kembali diraih mahasiswa Universitas Lampung (Unila). Muhammad Davito Winarta, mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) angkatan 2025, berhasil meraih gelar 1st Mekhanai Lampung 2026 dalam ajang pemilihan Muli Mekhanai Lampung.

Keberhasilan tersebut disambut Davito dengan rasa syukur dan kebahagiaan. Baginya, pencapaian ini menjadi bukti bahwa usaha dan proses pembelajaran yang telah dijalani selama ini mampu membuahkan hasil yang membanggakan.

Meski setiap peserta tentu memiliki target untuk menjadi pemenang, Davito mengaku tidak sepenuhnya menyangka akan meraih posisi tersebut. Menjelang pengumuman pemenang, ia justru berekspektasi akan berada di posisi di bawah juara utama.

Namun, menurutnya, hasil yang diraih merupakan kombinasi antara kerja keras, doa, dan rezeki yang diberikan Tuhan. Motivasi Davito mengikuti ajang Muli Mekhanai Lampung tidak hanya untuk berkompetisi.

Ia melihat ajang tersebut sebagai wadah untuk belajar, mencari pengalaman baru, serta mengembangkan diri. Selain itu, ia juga ingin menjadi representasi generasi muda Lampung yang mampu memperkenalkan daerahnya kepada masyarakat yang lebih luas.

“Saya ingin membawa nama Lampung agar semakin dikenal dan menunjukkan generasi muda Lampung memiliki potensi yang besar,” ujarnya.

Dalam ajang tersebut, Davito menjadi perwakilan dari Kabupaten Lampung Timur. Sebelum memasuki malam final, seluruh peserta menjalani masa karantina yang diisi dengan berbagai pembekalan, mulai dari pelatihan tata cara berjalan, pengembangan bakat, hingga pembelajaran mengenai etika dan sikap sebagai duta budaya dan pariwisata.

Menurut Davito, kemampuan berbicara di depan umum menjadi salah satu faktor yang paling membantu dirinya selama kompetisi.

Selain itu, kemampuan mengatur bahasa tubuh, menjawab pertanyaan dengan baik, serta memberikan solusi terhadap suatu permasalahan juga menjadi aspek penting dalam penilaian dewan juri. Wawasan mengenai pariwisata dan budaya Lampung turut menjadi bekal yang mendukung keberhasilannya.

Meski demikian, perjalanan menuju gelar 1st Mekhanai Lampung 2026 tidak lepas dari berbagai tantangan. Davito mengaku rasa takut dan gugup menjadi hambatan terbesar yang harus ia hadapi selama perlombaan.

Salah satu pengalaman yang paling berkesan baginya adalah masa karantina. Dalam kegiatan tersebut, ia berkesempatan bertemu dan berinteraksi dengan peserta dari berbagai daerah di Provinsi Lampung.

Pengalaman itu tidak hanya memperluas relasi, tetapi juga memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai keberagaman budaya yang dimiliki Lampung.

Bagi Davito, gelar Mekhanai memiliki makna yang lebih dari sekadar penghargaan. Dalam Bahasa Lampung, Mekhanai berarti pemuda Lampung yang memiliki peran dalam memperkenalkan budaya dan potensi daerah kepada masyarakat luas.

Oleh karena itu, ia memandang gelar tersebut sebagai amanah untuk terus berkontribusi bagi kemajuan Lampung. Melalui gelar yang kini diembannya, Davito berharap dapat berkontribusi dalam memajukan pariwisata Lampung, salah satunya melalui pemberdayaan UMKM berbasis digital.

Menurutnya, generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga budaya sekaligus memperkenalkannya dengan cara yang relevan di era modern. Davito memberikan pesan kepada generasi muda yang ingin mengikuti jejaknya dalam ajang Muli Mekhanai Lampung.

“Jangan pernah takut dan merasa kurang mampu. Setiap orang memiliki peluang dan cara masing-masing untuk berusaha. Oleh karena itu, beranikan diri untuk maju karena yang paling utama dapat mengubah diri kalian adalah diri kalian sendiri,” ujarnya.

Prestasi yang diraih Muhammad Davito Winarta diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan generasi muda Lampung untuk terus mengembangkan potensi diri, melestarikan budaya daerah, serta berkontribusi dalam memajukan pariwisata dan pembangunan daerah. [Magang_Cantika]