(Unila): Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Universitas Lampung (Unila). Aretha Badriyah Putri Abni, mahasiswa Program Studi Sumberdaya Akuatik, Jurusan Perikanan dan Kelautan, Fakultas Pertanian Unila angkatan 2025, berhasil meraih Gold Medal pada Olimpiade Matematika sekaligus Silver Medal pada Olimpiade Sejarah dalam ajang Pekan Sains Pelajar Indonesia (PSPI) 2026 yang diselenggarakan oleh Gemanesia.
Kompetisi tersebut dilaksanakan secara daring melalui platform yang disediakan panitia, memungkinkan peserta dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia untuk berpartisipasi secara fleksibel tanpa mengurangi semangat kompetisi.
Meski berasal dari bidang ilmu yang tidak secara langsung berkaitan dengan matematika maupun sejarah, Aretha mampu bersaing dan meraih dua medali sekaligus di ajang tingkat nasional tersebut.
Aretha mulai mempersiapkan diri sekitar satu bulan sebelum kompetisi dengan menyusun jadwal belajar yang teratur untuk membagi waktu antara dua bidang. Untuk matematika, ia memperbanyak latihan soal dan mempelajari berbagai tipe penyelesaian masalah, sementara untuk sejarah ia membaca berbagai referensi dan membuat rangkuman materi agar lebih mudah diingat.
Tantangan terbesar yang dihadapi Aretha adalah membagi fokus antara dua bidang ilmu yang berbeda sekaligus menyeimbangkannya dengan kewajiban perkuliahan, termasuk rasa kurang percaya diri yang sempat muncul selama proses persiapan.
Untuk mengatasinya, ia menetapkan target belajar harian, mengelola waktu secara disiplin, dan mempertahankan pola pikir positif hingga berhasil melewati seluruh tantangan tersebut.
Menurut Aretha, kunci utama keberhasilan dalam kompetisi akademik bukan sekadar menghafal rumus atau fakta, melainkan pemahaman konsep yang mendalam dan konsistensi dalam belajar.
Ia juga meyakini bahwa Matematika dan Sejarah memberikan manfaat yang saling melengkapi, di mana Matematika melatih kemampuan berpikir logis dan sistematis, sedangkan Sejarah memperluas wawasan mengenai berbagai peristiwa yang membentuk perkembangan masyarakat.
Atas pencapaian yang diraih, Aretha menyampaikan rasa syukur sekaligus harapan agar pengalamannya dapat mendorong mahasiswa lain untuk lebih berani berkompetisi.
“Saya sangat bersyukur dapat meraih Medali Emas Olimpiade Matematika dan Medali Perak Olimpiade Sejarah di PSPI 2026. Pengalaman ini mengajarkan saya bahwa keberanian mencoba, disiplin belajar, dan kemauan berkembang adalah kunci prestasi, dan saya berharap hal ini dapat memotivasi mahasiswa lain untuk tidak ragu mengeksplorasi potensi diri melalui kompetisi,” ujarnya.
Lebih dari sekadar peraihan prestasi, pencapaian ini membuktikan bahwa keberanian untuk mencoba merupakan langkah awal menuju prestasi serta diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa Unila untuk keluar dari zona nyaman, mengeksplorasi potensi, dan terus berkarya.
Semangat tersebut sejalan dengan upaya Unila dalam membentuk generasi muda yang adaptif, berdaya saing, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat. [Magang_Asnia Sundari/Shalu Munadiyan]
