(Unila): Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung (Unila), Rian Andika angkatan 2022, berhasil mengukir prestasi membanggakan dengan meraih Juara 2 pada cabang lomba Solo Song dalam ajang BKPI FAIR 2026 tingkat Provinsi Lampung.
Kompetisi tersebut diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam (HIMA BKPI) UIN Raden Intan Lampung. Proses perlombaan diawali dengan tahap pendaftaran daring, technical meeting, hingga pelaksanaan lomba secara luring di Kampus UIN Raden Intan Lampung yang terdiri atas dua tahapan, yakni babak penyisihan dan final.
Rian mengaku merasa senang dan bangga atas pencapaian yang berhasil diraihnya. Baginya, keikutsertaan dalam kompetisi ini tidak hanya bertujuan untuk meraih kemenangan, tetapi juga menjadi sarana untuk mengembangkan kemampuan serta melatih mental tampil di hadapan banyak orang.
“Motivasi saya mengikuti lomba ini adalah untuk mengasah skill dan hobi yang saya miliki, sekaligus melatih mental untuk tampil bernyanyi di depan banyak orang,” ujarnya.
Perjalanan Rian di bidang tarik suara tidak berlangsung secara instan. Sejak awal menjadi mahasiswa Unila pada tahun 2022, ia telah aktif mengikuti berbagai kompetisi Solo Song. Meski belum selalu memperoleh hasil yang diharapkan, pengalaman tersebut justru menjadi pemacu semangat untuk terus berkembang dan mencoba kembali pada kesempatan berikutnya.
“Semua tidak selalu berbuah manis dan menang. Dari pengalaman itu saya terus semangat, kalah mencoba lagi, hingga akhirnya alhamdulillah diamanahkan menjadi juara pada kompetisi ini,” ungkapnya.
Dalam kompetisi tersebut, Rian membawakan lagu wajib daerah Lampung Tanoh Lada dan lagu pilihan pop Cinta Sejati.
Menurutnya, tantangan terbesar dalam kompetisi bernyanyi bukan hanya soal teknik vokal, melainkan kemampuan mengendalikan rasa gugup saat tampil di atas panggung. Oleh karena itu, kesiapan diri, penguasaan materi lagu, penampilan, serta kepercayaan diri menjadi faktor penting yang menentukan hasil akhir.
“Ketika lomba bernyanyi, jangan terlalu fokus untuk menang. Fokuslah untuk memberikan penampilan terbaik, karena dari situ hasil yang baik akan mengikuti,” jelasnya.
Selain memperoleh prestasi, Rian juga mendapatkan berbagai pengalaman berharga, mulai dari memperluas relasi, melihat kemampuan peserta lain, hingga meningkatkan kepercayaan diri dan mental dalam tampil pada ajang seni tingkat provinsi.
Ia berharap pencapaian tersebut dapat memotivasi mahasiswa dan generasi muda yang memiliki minat di bidang seni musik untuk terus mengembangkan potensinya melalui berbagai kompetisi.
Menariknya, prestasi tersebut diraih Rian di tengah kesibukannya menjalani perkuliahan pada semester akhir. Kondisi tersebut menuntut dirinya untuk lebih disiplin dalam mengatur waktu antara kewajiban akademik, persiapan kompetisi, dan aktivitas sehari-hari.
Ke depan, ia berencana untuk terus mengasah kemampuan di bidang musik agar dapat bermanfaat dalam mendukung pengembangan minat dan bakat seni peserta didik ketika dirinya menjadi seorang pendidik.
“Jangan takut untuk mencoba dan jangan menyerah ketika kecewa. Mulailah berani menampilkan apa yang ada dalam diri kalian. Gagal, coba lagi pada kesempatan berikutnya. Karena kalau bukan dari kita, siapa lagi,” ujarnya.
Keberhasilan Rian tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga menambah deretan prestasi yang mengharumkan nama Unila di tingkat provinsi.
Lebih dari sekadar pencapaian dalam sebuah kompetisi, prestasi ini menunjukkan bahwa ketekunan, keberanian untuk terus mencoba, dan dukungan lingkungan kampus yang kondusif dapat menjadi fondasi bagi lahirnya generasi muda yang unggul, kreatif, dan mampu menginspirasi banyak orang. [Magang_Asnia Sundari]


