(Unila): Semangat untuk mengedukasi generasi muda agar lebih bijak berkomunikasi di era digital mengantarkan Ziya Ibnuwafi, mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) angkatan 2023 Universitas Lampung (Unila), meraih gelar Duta Bahasa Favorit Provinsi Lampung 2026.

Bagi Ibnu, penghargaan yang diraihnya bukanlah sesuatu yang telah ia perkirakan sejak awal. Ia mengaku menjalani seluruh proses seleksi dengan fokus memberikan kemampuan terbaik tanpa membebani diri dengan ekspektasi berlebihan.

“Bagi saya, penghargaan ini bukan hanya tentang kemenangan, tetapi juga menjadi pengingat untuk terus belajar dan memberikan manfaat melalui peran saya sebagai Duta Bahasa,” ujarnya.

Perjalanan menuju pencapaian tersebut tidak diraih secara instan. Sebelum mengikuti ajang Duta Bahasa, Ibnu aktif terlibat dalam berbagai organisasi, kegiatan kepemudaan, serta program pengembangan diri yang membentuk kemampuan komunikasi dan kepemimpinannya, sekaligus mengajarkannya untuk berani menghadapi tantangan.

“Tentu ada rasa kurang percaya diri dan kegagalan yang pernah dialami, tetapi saya selalu mencoba melihat setiap pengalaman sebagai kesempatan untuk belajar,” katanya.

Proses pemilihan Duta Bahasa Provinsi Lampung 2026 sendiri dimulai sejak pendaftaran yang dibuka hingga 30 Januari 2026. Tahapan seleksi meliputi seleksi administrasi, seleksi bakat dan seni, tes UKBI (Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia), hingga wawancara finalis.

Pengumuman finalis dilaksanakan pada 9 April 2026, dilanjutkan dengan karantina setiap akhir pekan hingga malam puncak penganugerahan pada 23 Mei 2026. Selama mengikuti rangkaian kegiatan, Ibnu dan para finalis melakukan berbagai persiapan, mulai dari memperdalam pengetahuan kebahasaan hingga melatih kemampuan berbicara di depan umum.

Dalam kegiatan tersebut, para finalis memperoleh materi mengenai kebahasaan dan kesastraan, Trigatra Bangun Bahasa, public speaking, personal branding, kepemimpinan, etika bermedia digital, hingga pemahaman mengenai UKBI.

Menurutnya, seluruh materi tersebut tidak hanya bermanfaat selama ajang berlangsung, tetapi juga relevan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia profesional. “Yang tidak kalah penting adalah mempersiapkan mental dan menjaga kesehatan karena proses seleksi cukup panjang dan menguras energi,” ungkapnya.

Sebagai Duta Bahasa Favorit Provinsi Lampung 2026, Ibnu mengusung visi untuk mewujudkan generasi muda yang cerdas, santun, dan bertanggung jawab dalam berkomunikasi di ruang digital melalui penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan bijak.

Untuk mewujudkan visi tersebut, ia berkomitmen mengedukasi serta mengajak generasi muda agar menggunakan bahasa Indonesia yang baik, benar, dan santun dalam berbagai platform digital sehingga tercipta budaya komunikasi yang positif dan bertanggung jawab.

“Tentu ada rencana yang ingin saya jalankan. Saya ingin mengampanyekan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan santun di ruang digital karena media sosial saat ini menjadi ruang komunikasi yang sangat dekat dengan kehidupan anak muda,” jelasnya.

Selain menjalankan program pribadi, Ibnu juga turut mendukung berbagai program Balai Bahasa Provinsi Lampung.

Salah satunya melalui kegiatan Lokakarya Penulisan Esai yang telah dilaksanakan di sejumlah perguruan tinggi di Lampung, seperti Universitas Muhammadiyah Kotabumi, Universitas Muhammadiyah Pringsewu, Universitas Teknokrat Indonesia, STKIP PGRI Bandar Lampung, dan Unila pada 11 Juni 2026.

Melalui kegiatan tersebut, ia berharap semakin banyak mahasiswa yang menyadari pentingnya literasi dan kebahasaan sebagai bekal untuk memahami informasi secara kritis dan menyampaikan gagasan secara efektif di era digital.

Ibnu berharap gelar yang diraihnya tidak hanya menjadi sebuah pencapaian pribadi, tetapi juga sarana untuk memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.

“Saya ingin mengajak generasi muda agar lebih bangga berbahasa Indonesia, peduli terhadap bahasa daerah, dan bijak dalam berkomunikasi di ruang digital. Selain itu, saya berharap bisa terus belajar, berkembang, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat,” tutupnya. [Magang_Rina].