(Unila): Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh pada 5 Juni, Jurusan Ilmu Tanah Universitas Lampung (Unila) sukses menyelenggarakan rangkaian kegiatan akademis dan aksi nyata lingkungan bertajuk “Green Soil Synergy: Kolaborasi Ilmu Tanah dalam Gerakan Konservasi Pesisir Guna Mendukung Keberlangsungan Lingkungan Hidup”.

Rangkaian acara ini memadukan diskusi ilmiah berskala nasional dengan aksi restorasi ekosistem pesisir Lampung yang diselenggarakan selama dua hari yaitu 6-7 Juni 2026. Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan Seminar Nasional pada Sabtu, 6 Juni 2026.

Acara yang dihadiri ratusan peserta dari berbagai kalangan akademisi, praktisi, dan mahasiswa ini fokus membahas peran strategis ilmu tanah dalam mitigasi perubahan iklim, khususnya di wilayah pesisir.

Green Soil Synergy diangkat sebagai tema utama untuk menegaskan, pengelolaan dan pemahaman karakteristik tanah pesisir merupakan kunci keberhasilan konservasi lingkungan yang berkelanjutan.

Tidak berhenti pada ruang diskusi ilmiah, Jurusan Ilmu Tanah Unila melanjutkan komitmennya melalui aksi nyata di lapangan pada Minggu, 7 Juni 2026. Puluhan sivitas akademika bergerak menuju kawasan Cuku Nyinyi, Kabupaten Pesawaran, Lampung, untuk melaksanakan gerakan menanam mangrove bersama.

Ketua Pelaksana kegiatan menyatakan bahwa pemilihan Cuku Nyinyi sebagai lokasi penanaman didasarkan pada kebutuhan mendesak akan penguatan benteng hijau pesisir dari ancaman abrasi dan degradasi lahan.

Dampak jangka panjang dari aksi penanaman mangrove ini diharapkan mampu menjaga kelestarian keanekaragaman hayati di sepanjang pesisir Pesawaran.

Pertumbuhan kawasan mangrove baru di Cuku Nyinyi secara ekologis akan menjadi tempat pemijahan biota laut, mereduksi emisi karbon, sekaligus menjadi benteng alami yang melindungi wilayah daratan dari terjangan ombak besar yang memicu erosi pantai.

Selain dampak ekologis, kegiatan ini juga diproyeksikan membawa dampak sosial yang signifikan, terutama dalam meningkatkan kesadaran masyarakat luas.

Melalui keterlibatan aktif sivitas akademika di lapangan, Unila berupaya mengedukasi warga sekitar mengenai pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem tanah dan perairan sebagai satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan demi kelangsungan hidup manusia.

Melalui agenda tahunan ini, Jurusan Ilmu Tanah Unila berkomitmen untuk terus berada di garda terdepan dalam melahirkan inovasi dan aksi konservasi demi keberlangsungan lingkungan hidup di masa depan.

Komitmen ini diwujudkan dengan mengintegrasikan hasil riset laboratorium ke dalam aksi nyata di tengah masyarakat, sehingga ilmu yang dikembangkan di bangku kuliah tidak hanya menjadi teori, melainkan solusi aplikatif bagi permasalahan lingkungan di Lampung.

Unila juga berkomitmen untuk terus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya pada poin penanganan perubahan iklim dan ekosistem lautan.

Dengan menjadikan kegiatan ini sebagai agenda rutin, Unila memastikan kontribusi aktif perguruan tinggi dalam menjaga stabilitas ekologi wilayah pesisir yang rentan terhadap dampak pemanasan global.

Sebagai penutup, sinergi yang dibangun melalui gerakan Green Soil Synergy ini diharapkan dapat memicu kolaborasi yang lebih luas antara akademisi, pemerintah daerah, dan komunitas lokal.

Unila menegaskan kesiapannya untuk terus mengawal kelestarian lingkungan hidup di Provinsi Lampung melalui pengembangan riset inovatif berbasis gerakan restorasi alam yang berkelanjutan. [Magang_Nurma Safira]