Mahasiswa Unila Juara 3 Kompetisi Concours du Podcast Internasional dalam acara La Semaine Française

0
92

(Unila): Mahasiswa Universitas Lampung (Unila) kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah internasional. Michelle Sasha Sidabalok dan Timotius Widiyanto, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Prancis, berhasil meraih Juara 3 dalam kompetisi Concours du Podcast yang diselenggarakan Cyberfrançais dari BEMP Pendidikan Bahasa Prancis, Universitas Negeri Jakarta, pada acara La Semaine Française.

Dalam ajang tersebut Sasha dan Timotius mengangkat tema “La langue française, l’IA, et l’empathie: former les apprenants mondiaux de demain” (Bahasa Prancis, AI, dan Empati: Membentuk Pemelajar Global Masa Depan). Delegasi Unila mengeksplorasi antara teknologi AI dan rasa kemanusiaan dalam pendidikan bahasa.

Sasha dan Tim mengemas topik berat seperti kecerdasan buatan dan empati menjadi obrolan yang natural melalui podcast. Menurutnya, podcast adalah media edukasi yang sangat efektif bagi generasi muda saat ini karena sifatnya yang santai dan personal.

Format ini memungkinkan pendengar menyerap gagasan mendalam tanpa merasa sedang belajar secara formal, sehingga pesan yang disampaikan terasa lebih dekat dan relevan dengan realitas keseharian mereka.

Keberhasilan ini tidak lepas dari fokus Shaha dan Tim pada autentisitas ide dan cara penyampaian yang segar. Sasha menekankan, di era digital batasan geografis bukan lagi penghalang, satu konten berkualitas dapat menjangkau pendengar dari berbagai tempat dalam hitungan detik.

Dengan kualitas pesan yang kuat dan keberanian untuk menyampaikan perspektif baru, ia percaya ide yang autentik akan selalu menemukan jalannya untuk menjangkau pendengar di mana pun mereka berada.

“Di dunia digital, yang membedakan adalah seberapa autentik ide tersebut disampaikan. Kuncinya adalah keberanian untuk menyampaikan perspektif yang segar sehingga pendengar merasa terhubung hanya lewat suara,” tambahnya.

Meskipun harus bersaing dengan perwakilan dari berbagai universitas ternama seperti UI, UGM, UNNES dan UNJ, Tim Unila berhasil membuktikan eksistensinya dengan meraih Juara 3 dalam ajang bergengsi ini.

Sasha mengungkapkan bahwa pencapaian ini merupakan jawaban atas doa dan kerja keras mereka, meskipun awalnya tidak memasang ekspektasi tinggi mengingat kualitas lawan yang luar biasa.

Baginya, kemenangan ini bukanlah akhir, melainkan langkah awal yang sangat disyukuri untuk terus berkembang dan “mengudara” lebih jauh di masa depan. Sasha memaknai pencapaian ini sebagai sebuah kehormatan besar, terutama karena kompetisi tersebut turut dihadiri oleh berbagai duta besar.

Sebagai penutup, Sasha memberikan pesan motivasi bagi sesama rekan mahasiswa untuk tidak takut melangkah keluar dari zona nyaman. Setiap orang punya kesempatan, dan setiap orang punya pilihan. Jadi jangan takut untuk melangkah ke luar dari zona nyaman, dan jangan biarkan ketakutan membatasi seberapa jauh kamu bisa melangkah.

“Kalau pun nantinya kamu gagal, ingatlah itu bukan akhir dari segalanya, itu bagian dari proses, bagian dari perjalanan. Dan jangan lupa bahwa hidup yang tidak pernah diperjuangkan, tidak akan pernah dimenangkan. Merci beaucoup, et bon courage!” pungkasnya.

Pencapaian ini diharapkan dapat memotivasi mahasiswa Unila lainnya untuk terus berinovasi dan berani membawa nama baik Unila ketingkat Internasional [Magang_Nurma Safira]

Tinggalkan Balasan

Please enter your comment!
Please enter your name here

+ 19 = 25