(Unila): Kesadaran terhadap bencana sejak dini menjadi hal yang krusial untuk membangun masyarakat yang tangguh dan siap menghadapi situasi darurat. Di Desa Pengajaran, Teluk Betung Utara, Lampung, tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Lampung (Unila) Kelurahan Pengajaran 1 Periode I tahun 2026 melaksanakan program sosialisasi bertajuk “Mitigasi Bencana Bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung.” Program ini berlangsung pada Rabu, 21 Januari 2026, di SDN 1 Pengajaran.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan siswa terhadap potensi bencana di lingkungan sekolah maupun rumah. Sasaran utama adalah siswa kelas 3 dan 4 SD, kelompok yang dianggap rentan namun memiliki kemampuan belajar tinggi. Melalui program ini, siswa tidak hanya mendapatkan informasi teori, tetapi juga dilatih untuk menerapkan langkah-langkah mitigasi bencana secara praktis.
Materi disampaikan oleh Bapak Wahyu Hidayat, S.H., M.H., M.Ag., Analis Bencana dari BPBD Provinsi Lampung, dengan pendekatan interaktif dan menyenangkan. Penyampaian materi disesuaikan dengan usia siswa, menggunakan bahasa sederhana, cerita singkat, dan praktik langsung.
Salah satu metode unggulan adalah simulasi mitigasi dan evakuasi bencana, di mana siswa mengikuti gerakan sambil bernyanyi untuk memahami alur evakuasi dengan lebih mudah. Mahasiswa KKN berperan sebagai pemandu jalur evakuasi dan menjadi role model, memastikan siswa mengikuti prosedur dengan benar. Sebagai bentuk dukungan tambahan, mahasiswa KKN menyerahkan plang titik kumpul kepada pihak sekolah, yang berfungsi sebagai penanda lokasi aman saat terjadi bencana.
Program ini merupakan implementasi dari prinsip Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) yang digalakkan oleh BNPB, yakni menyampaikan informasi kebencanaan kepada seluruh lapisan masyarakat, termasuk anak-anak. Selama ini edukasi kebencanaan lebih banyak ditujukan kepada orang dewasa, padahal anak-anak adalah kelompok rentan yang perlu dibekali pengetahuan sejak dini agar mampu bersikap tanggap dan aman saat menghadapi bencana.
Koordinasi program dilakukan secara intens antara tim KKN, pihak sekolah, dan BPBD Provinsi Lampung. Tim KKN bertanggung jawab terhadap perizinan, jadwal, dan teknis pelaksanaan kegiatan, sementara BPBD menyusun materi, metode penyampaian, dan pelaksanaan simulasi. Mitra Bentala juga berperan sebagai pendamping, membantu menjelaskan teknik mitigasi secara teknis kepada siswa. Kolaborasi ini memastikan kegiatan berjalan lancar dari tahap persiapan hingga evaluasi.
Tantangan yang dihadapi selama program meliputi perbedaan tingkat pemahaman siswa dan keterbatasan waktu. Untuk mengatasi hal ini, tim menggunakan metode interaktif, bahasa yang mudah dipahami, serta simulasi langsung agar siswa dapat mengingat dan mempraktikkan prosedur mitigasi bencana dengan baik. Media pendukung seperti plang titik kumpul juga diserahkan sebagai pengingat visual agar siswa selalu sadar akan jalur evakuasi dan lokasi aman.
Respons siswa SDN 1 Pengajaran sangat positif. Mereka antusias mengikuti simulasi, terutama saat alarm dibunyikan sebagai tanda peringatan dini (Early Warning System/EWS). Siswa bergerak tertib menuju titik kumpul yang telah ditentukan, dengan mahasiswa KKN menjaga jalur evakuasi menggunakan tanda arah dan penunjuk titik kumpul. Proses ini memberikan pengalaman nyata kepada siswa tentang bagaimana menanggapi situasi darurat secara cepat dan tepat.
Program ini diharapkan dapat menumbuhkan budaya sadar bencana melalui pemberian materi, simulasi langsung, serta dukungan sarana kesiapsiagaan. Selain sosialisasi dan simulasi mitigasi bencana, mahasiswa KKN Universitas Lampung Kelurahan Pengajaran 1 Periode 1 Tahun 2026 juga menyerahkan plang titik kumpul kepada pihak SDN 1 Pengajaran.
Plang tersebut berfungsi sebagai penanda lokasi aman saat terjadi keadaan darurat dan menjadi pengingat visual bagi siswa untuk mengetahui jalur evakuasi serta titik aman di lingkungan sekolah. Upaya ini sejalan dengan prinsip KIE BNPB yang menekankan pembentukan kebiasaan dan kesiapsiagaan nyata.
“Kami berharap agar sekolah dan masyarakat, khususnya di lingkungan SDN 1 Pengajaran, terus mendukung kegiatan edukasi kebencanaan. Mitigasi bencana dan kesiapsiagaan sejak dini merupakan langkah penting untuk mengurangi risiko bencana serta membangun lingkungan sekolah yang aman, tangguh, dan siap menghadapi situasi darurat, sejalan dengan upaya BNPB melalui KIE,” pesan tim KKN Universitas Lampung Kelurahan Pengajaran 1 Periode 1. [Magang_Shalu Munadiyan]


