Mahasiswa KKN Olah Limbah Jagung Jadi Produk Unggulan Desa

0
216

(Unila): Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Lampung (Unila) Periode I Tahun 2026 berhasil melaksanakan program kerja sosialisasi dan pengolahan limbah bonggol jagung menjadi briket sebagai produk unggulan desa melalui program OVOP (One Village One Product), pada Senin, 26 Januari 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Sinar Rejeki, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan.

Program kerja tersebut dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap melimpahnya limbah bonggol jagung yang dinilai memiliki potensi sebagai bahan baku energi alternatif, namun selama ini hanya dibuang dan dibakar sehingga belum memberikan nilai ekonomis bagi masyarakat desa.

Kondisi tersebut berpotensi mencemari lingkungan akibat pembuangan limbah bonggol jagung tanpa pengelolaan serta mencemari udara akibat pembakarannya. Melalui kegiatan KKN ini, mahasiswa Unila berupaya memberikan edukasi kepada masyarakat Desa Sinar Rejeki mengenai pengolahan limbah bonggol jagung menjadi briket.

Program kerja tersebut diinisiasi oleh Tim KKN Desa Sinar Rejeki yang terdiri atas Muhammad Rizky Ramadhan (Teknik Elektro), Devi Julianti (Manajemen), Ananda Syakira Hilaliyah (Administrasi Bisnis), Alya Thalita Maharani (Agribisnis), Faridah Duha Putri (Manajemen), Zahra Yunita (Administrasi Bisnis), Nuzaim Birri (Teknik Informatika), Adelia Stifani (Ilmu Hukum), Claresta Vania Sacita Br Ginting (Hubungan Internasional), Ketut Manis Wulandari (Perikanan dan Ilmu Kelautan), Adhi Mahatma Gunawan (Ilmu Hukum), Pandu Lintang Nugroho (Teknologi Hasil Pertanian), Zahra Adelia Putri (Arsitektur), Dzaky Ziva Ibrahim (Ilmu Komunikasi), serta Izma N Afni (Agribisnis), di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) M. Wendy Trijaya, S. H., M.HUM.

Sosialisasi dan pelatihan pengolahan bonggol jagung menjadi briket tersebut melibatkan perangkat desa, masyarakat setempat, khususnya petani dan pelaku UMKM di Desa Sinar Rejeki, serta mahasiswa KKN Desa Sinar Rejeki.

Dalam kegiatan ini, mahasiswa KKN bertindak sebagai narasumber dan fasilitator yang menyampaikan materi mengenai potensi bonggol jagung sebagai bahan baku energi alternatif.

Program ini mengusung konsep OVOP (One Village One Product) karena bertujuan mengembangkan potensi lokal Desa Sinar Rejeki melalui pemanfaatan limbah bonggol jagung menjadi produk unggulan desa yang bernilai ekonomi dan berkelanjutan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pengumpulan limbah bonggol jagung dari lingkungan sekitar desa. Selanjutnya, mahasiswa KKN melakukan proses awal pembuatan briket di posko KKN untuk menentukan takaran dan komposisi bahan yang tepat. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi, demonstrasi pembuatan briket, serta praktik bersama masyarakat Desa Sinar Rejeki.

Proses pengolahan bonggol jagung menjadi briket meliputi beberapa tahapan, yaitu pengeringan bahan baku, pembakaran, penghalusan, penyaringan, pencetakan, hingga pengeringan briket. Seluruh tahapan tersebut diperkenalkan secara langsung kepada masyarakat agar dapat dipahami dan diterapkan secara mandiri.

Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa briket berbahan bonggol jagung memiliki potensi sebagai produk unggulan desa yang dapat dimanfaatkan sebagai energi alternatif. Selain itu, masyarakat memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru dalam mengelola limbah pertanian secara berkelanjutan dan bernilai ekonomi.

Selain kegiatan utama, mahasiswa KKN Unila juga melakukan pendampingan, dokumentasi, serta edukasi terkait pemanfaatan energi alternatif, potensi nilai jual, dan strategi branding produk briket sebagai produk unggulan desa. Program ini bertujuan untuk mengurangi limbah pertanian sekaligus menciptakan peluang usaha baru bagi masyarakat.

Respon masyarakat terhadap kegiatan ini sangat positif dan menunjukkan antusiasme yang tinggi sejak awal hingga akhir kegiatan. Meskipun terdapat keterbatasan alat, masyarakat berharap program pengolahan bonggol jagung menjadi briket dapat terus dikembangkan dan diterapkan secara mandiri.

Sejalan dengan hal tersebut, mahasiswa KKN Universitas Lampung berharap program ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi Desa Sinar Rejeki, khususnya dalam mengurangi limbah pertanian, membuka peluang usaha baru, serta mendorong terciptanya lingkungan desa yang lebih bersih dan berkelanjutan. [Magang_Yeshicha Indah]