(Unila): Mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Lampung (Unila), Dinal Azmi, mewakili Indonesia dalam ajang internasional Youth Diplomacy and Digital Transformation for Sustainable Development Goals Conference 2025 yang diselenggarakan di Korea Selatan pada 21–24 Desember 2025. Konferensi diikuti delegasi dari berbagai negara, antara lain Vietnam, Korea Selatan, Filipina, Iran, dan Malaysia.
Keikutsertaan Dinal dalam forum tersebut berawal dari ketertarikannya mengikuti program yang selaras dengan minatnya sebagai konten kreator di bidang pendidikan dan personal branding.
Ia mendaftarkan diri sebagai konten kreator dalam program Sakola Kita dan selama kurang lebih tiga bulan, Dinal secara konsisten memproduksi konten setiap pekan. Konsistensi tersebut mengantarkannya terpilih sebagai awardee fully funded jalur konten kreator dengan engagement tertinggi, sehingga berkesempatan mengikuti rangkaian konferensi di Korea Selatan.
Ia juga mengungkapkan dukungan teman-temannya selama sesi seleksi sangat berarti, karena mereka dengan tulus membantunya dalam pembuatan konten.
Sebelum keberangkatan, Dinal bersama peserta lainnya mengikuti masterclass webinar mingguan selama tiga bulan dengan berbagai narasumber, di antaranya Fathia Fairuza, Indra Jaya Wiranata, serta Prof. Mochtar Mas’oed.
Selain itu, para peserta juga melaksanakan implementasi proyek mulai dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan selama kurang lebih tiga bulan. Hasil dari proyek tersebut kemudian dituangkan dalam paper project report yang menjadi bahan utama dalam pelaksanaan konferensi.
Selama pelaksanaan konferensi, Dinal terlibat dalam sesi presentasi, diskusi, dan tanya jawab bersama peserta dari berbagai negara Asia, seperti Korea Selatan, Filipina, Iran, dan Malaysia, yang menguji kemampuan komunikasi dan diplomasi dalam forum internasional.
Rangkaian kegiatan konferensi juga diisi dengan berbagai aktivitas kolaboratif bersama sejumlah institusi internasional, di antaranya ASEAN–Korea Center, Global Green Growth Institute, dan World Bong-gong Foundation. Kolaborasi ini menjadi ruang pertukaran gagasan sekaligus penguatan jejaring internasional antar delegasi.
Konferensi ini membahas tiga tema utama yang berfokus pada transformasi digital, yaitu climate change and environment yang menyoroti isu deforestasi dan pemanasan global, artificial intelligence (AI) dalam pendidikan, serta humanitarian resilience dalam menghadapi bencana.
Dari pembahasan tersebut, dihasilkan sejumlah luaran, antara lain pengembangan platform mitigasi berupa website yang menampilkan data deforestasi dan tingkat polusi di wilayah Jabodetabek, pembentukan bootcamp pelatihan AI yang ditargetkan berkelanjutan setiap tahun, serta transformasi digital dalam kampanye mitigasi bencana terutama bagi pelajar.
Melalui keikutsertaannya dalam konferensi internasional ini, Dinal memperoleh berbagai pengalaman baru, baik dari sisi pengetahuan maupun praktik.
“Aku mendapatkan gambaran baru how to make connection and conversation with other people from different countries, lalu presentasi dan diskusi menggunakan bahasa Inggris, dan mendapatkan insight baru terkait budaya dan manner dalam konferensi internasional,” ujarnya.
Pada akhir rangkaian kegiatan, Dinal menerima apresiasi dalam sesi graduation. Dari empat nominasi penghargaan individu yang diperebutkan oleh 30 delegasi, ia berhasil meraih dua penghargaan sekaligus, yakni Most Favourite Delegate dan Best Media Content Delegate.
Melalui capaian tersebut, Dinal berharap mahasiswa Unila tidak ragu untuk mengikuti berbagai program eksternal yang bersifat positif.
Kesempatan yang diperoleh dari keberanian untuk mendaftar, disertai dengan totalitas dan dedikasi dalam menjalani setiap proses, dapat memberikan manfaat serta membuka peluang pengembangan diri di tingkat nasional maupun internasional. [Magang_Yuki Haniyah]


