Cerita Benaya Juara 1 Lemnas GMM UPI 2025

0
239

(Unila): Di tengah kesibukan tugas akhir dan deretan kompetisi akademik, Benaya, mahasiswa Program Studi Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Lampung (Unila), menorehkan prestasi membanggakan.

Ia berhasil meraih Juara 1 Lomba Esai Matematika Nasional (Lemnas) dalam ajang Gema Mahasiswa Matematika (GMM) UPI 2025, mengungguli finalis dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia.

GMM merupakan ajang tahunan yang diselenggarakan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), mencakup berbagai cabang lomba seperti Lemnas, Cerdas Cermat Matematika (CCM), dan Cerdas Tangkas Matematika (CTM).

Kompetisi ini dirancang untuk meningkatkan mutu pendidikan matematika, mulai dari pelajar hingga mahasiswa. Rangkaian lomba berlangsung sejak 1–21 Oktober 2025 untuk pendaftaran dan pengumpulan karya.

Lima esai terbaik diumumkan pada 5 November, dilanjutkan presentasi final pada 29 November, hingga akhirnya puncak pengumuman juara pada 30 November 2025.

Pada Lemnas GMM UPI tahun ini, tema besar yang diangkat adalah “Peran Statistik dalam Mengungkap Ketimpangan Sosial di Indonesia.” Tema tersebut langsung menarik perhatian Benaya.

“Ini lomba esai, dan temanya sangat sesuai dengan minat saya,” ujarnya. Melalui esai berjudul “Membaca Cerita di Balik Angka: Mengungkap Ketimpangan Sosial Indonesia Melalui Dasbor Interaktif dalam Lensa SDGs,” Benaya menawarkan gagasan yang tidak biasa.

Alih-alih menyajikan analisis statistik yang kompleks, ia menghadirkan dasbor interaktif sebagai media visual terpadu untuk membaca ketimpangan sosial dari berbagai aspek mulai dari kemiskinan, pendidikan, hingga indikator SDGs lainnya.

“Ketimpangan sosial itu tidak berdiri sendiri. Poin-poin SDGs saling berkaitan. Dasbor ini memungkinkan kita melihat persoalan dari banyak sisi, seperti panel indikator pada dasbor mobil sehingga semuanya terhubung dan bisa dibaca secara bersamaan,” jelasnya.

Menurut Benaya, media yang sederhana dan mudah dipahami justru dapat membantu pembaca awam memahami data, sementara kebijakan tetap menjadi ranah pemerintah dan pemangku kepentingan.

Proses penulisan esai ini tidak lepas dari tantangan. Di tengah pengerjaan tugas akhir dan keikutsertaannya dalam kompetisi lain seperti On Mipa dan lomba Aljabar, manajemen waktu menjadi kendala utama.

“Saat stuck di tugas akhir, saya alihkan waktu untuk mengerjakan esai atau lomba lain,” tuturnya. Strategi itu justru membuatnya tetap produktif dan menjaga semangat akademik.

Pendekatan berpikir yang digunakan Benaya cukup sederhana namun kuat: mengenali masalah, lalu menawarkan solusi yang aplikatif. Ia juga menyertakan prototipe dasbor interaktif sebagai bukti bahwa gagasan tersebut realistis dan dapat dikembangkan lebih lanjut.

Momen pengumuman juara menjadi pengalaman emosional tersendiri. “Saya bangga bisa membawa nama Unila ke ajang nasional. Bersyukur sekali, Puji Tuhan, bisa juara satu mengalahkan teman-teman dari UPI, Teknokrat, dan kampus lain,” ungkapnya.

Baginya, kemenangan ini bukan sekadar trofi, melainkan bukti bahwa mahasiswa daerah juga mampu bersaing dan menunjukkan kualitas.

Prestasi ini tak lepas dari peran banyak pihak. Benaya menyebut bimbingan dosen Matematika FMIPA Unila, Dr. Bernadhita Herindri Samodera Utami, S.Si., M.Sc., serta dukungan keluarga dan lingkungan kampus sebagai faktor penting dalam perjalanannya.

Ke depan, gagasan dasbor interaktif ini masih terbuka untuk dikembangkan, baik sebagai riset lanjutan, platform berbasis web, maupun kerja sama dengan lembaga tertentu untuk mendukung ketercapaian SDGs di tingkat daerah. Namun untuk saat ini, Benaya memilih fokus menyelesaikan tugas akhirnya.

Menutup ceritanya, Benaya menyampaikan pesan sederhana namun menguatkan bagi mahasiswa lain agar tidak ragu melangkah. Menurutnya, keberanian untuk mencoba adalah kunci awal dari setiap pencapaian.

“Jangan takut mencoba. Kalau tidak mencoba, kita tidak akan pernah tahu. Jangan buru-buru berkata ‘aku tidak bisa’ sebelum membuktikannya. Coba dulu, dan tunjukkan bahwa kita layak meraih hasil terbaik,” tuturnya. [Magang_Asnia Sundari]