(Unila): Program Studi (Prodi) Pendidikan Tari Universitas Lampung (Unila) sukses menggelar Sendratari Jejak Khah yang berlangsung di Gedung Teater Tertutup, Taman Budaya, Provinsi Lampung, pada 21 hingga 22 Desember 2025.
Sendratari ini mengusung tema “Back to Roots of Darah Putih (Kembali ke Akar Darah Putih)”, yang menggambarkan perjalanan masa awal berdirinya Keratuan Darah Putih.
Melalui kilas balik ini, para penonton diajak untuk mengenalkan asal usul, nilai, serta kekuatan yang menjadi dasar kejayaan keratuan. Sendratari yang digelar bukan sekedar hanya untuk mengingat, tetapi juga untuk menumbuhkan kembali rasa kebanggaan dari warisan leluhur untuk generasi masa kini.
Sendratari ini merupakan pertunjukan terakhir dari Mahasiswa Program Studi Pendidikan Tari Universitas Lampung angkatan 2022 dengan nama acara “The last story from Pentawa (cerita akhir dari Pendidikan Tari 2022).
Para penari terdiri dari Mahasiswa-Mahasiswi Pendidikan Tari angkatan 2022, Alumni dan Mahasiswa Pendidikan Tari Unila, Mahasiswa Pendidikan Bahasa Lampung, Mahasiswa Pendidikan Bahasa Prancis, Mahasiswa Fakultas Teknik Unila, Mahasiswa Institut Teknologi Sumatera, Mahasiswa Universitas Darmajaya, Mahasiswa Universitas Negeri Islam Lampung, Siswa SMAN 15 Bandar Lampung, Siswa SMAN 10 Bandar Lampung, dan Siswa SD 08 Gedong Air Bandar Lampung.
Dr. Albet Maydiantoro, S.Pd., M.Pd., selaku Dekan Fakultas FKIP menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pelestarian kebudayaan dan kearifan lokal yang ada di Provinsi Lampung agar tetap lestari dan berkelanjutan, khususnya melalui peran pendidikan, penguatan nilai-nilai budaya, serta kontribusi sivitas akademika.
“Tentunya kami sebagai pimpinan dari fakultas keguruan dan ilmu pendidikan sangat-sangat mendukung kegiatan yang sangat positif, tidak hanya tentang tugas akademik di kampus, tetapi bagaimana mahasiswa bisa melestarikan kebudayaan dan kearifan lokal di Provinsi Lampung yang luar biasa banyak,” ujarnya.
Kegiatan ini ditutup dengan sesi penandatanganan MOU Program Studi Pendidikan Tari Unila dan Keluarga Keratuan Darah Putih, yang ditandatangani Dr. Albet Maydiantoro dan Raden Yoga Pramana Aji selaku perwakilan Keluarga Keratuan Darah Putih.
Dengan kegiatan ini, diharapkan dapat memperkuat sinergi antara dunia akademik dan masyarakat adat dalam upaya pelestarian kebudayaan serta kearifan lokal Lampung, sekaligus menjadi wadah pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas, karakter, dan kepedulian terhadap warisan budaya daerah. [Magang_Aprial/Samsul]



