Unila Raih Penghargaan Operator Perguruan Tinggi Terbaik PKM Award 2025 Klaster II

0
210

(Unila): Universitas Lampung (Unila) kembali menorehkan prestasi membanggakan pada ajang PKM Award 2025 klaster II dengan meraih penghargaan sebagai Operator Perguruan Tinggi Terbaik.

Penghargaan ini tidak hanya menjadi bukti unggulnya tata kelola Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) di Unila, tetapi juga menegaskan komitmen universitas dalam mendukung kreativitas dan inovasi mahasiswa.

Salah satu delegasi Unila, Heni Lestiawati, S.Pd., yang berperan sebagai operator PKM, memaparkan rangkaian kegiatan dan proses panjang yang dilalui hingga akhirnya penghargaan ini diraih.

Heni menjelaskan, tugas utama operator mencakup pengelolaan seluruh administrasi PKM, mulai dari sosialisasi, pendampingan teknis, verifikasi proposal, hingga pengunggahan berkas ke Simbelmawa.

“Kami memastikan seluruh data, dokumen, dan pelaporan sesuai pedoman Dikti serta berkoordinasi intensif dengan dosen pembimbing dan pimpinan fakultas,” ujarnya.

Dalam PKM Award 2025 klaster II, Unila mengirimkan tiga delegasi, yaitu M. Januardi, S.T., Heni Lestiawati, S.Pd., dan Dr. Sumargono, S.Pd., M.Pd. Masing-masing memiliki peran penting.

M. Januardi bertugas sebagai koordinator teknis, Heni sebagai operator administrasi utama, dan Dr. Sumargono memberikan dukungan kebijakan serta pembinaan mutu. Sinergi ketiganya menjadi elemen penting dalam keberhasilan Unila.

Penghargaan ini diraih berkat sejumlah indikator penilaian, seperti ketepatan waktu unggah, kerapian administrasi, kelengkapan dokumen, serta efektivitas koordinasi internal. “Unila dinilai konsisten dan stabil dalam seluruh indikator itu,” terang Heni.

Tim Unila dalam persiapannya melakukan pengecekan berlapis terhadap seluruh berkas, simulasi unggah, hingga pembagian tugas yang jelas untuk menghindari miskomunikasi. Namun proses tersebut tidak lepas dari tantangan, terutama masih rendahnya jumlah proposal di beberapa fakultas.

Untuk mengatasinya, tim meningkatkan intensitas sosialisasi, menggandeng dosen pembina, dan membuka layanan konsultasi terbuka. Hasilnya, partisipasi mahasiswa meningkat signifikan.

Unila juga menghadirkan berbagai inovasi dalam pengelolaan PKM, mulai dari alur layanan terstruktur, spreadsheet monitoring real-time, grup koordinasi lintas fakultas, hingga penyediaan template administrasi yang memudahkan mahasiswa. “Kami ingin memastikan proses berjalan cepat, tepat, dan minim kesalahan,” kata Heni.

Kolaborasi antara dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa juga menjadi faktor penting. Dosen berperan dalam pembimbingan akademik, operator mengelola administrasi, dan mahasiswa menunjukkan antusiasme tinggi dalam penyusunan proposal. Sinergi tersebut memperkuat budaya inovasi di lingkungan kampus.

Heni menyampaikan, penghargaan ini berdampak besar bagi reputasi Unila di tingkat nasional. Selain meningkatkan kepercayaan publik, prestasi ini juga memotivasi universitas untuk terus memperkuat pembinaan PKM.

Unila menargetkan peningkatan jumlah proposal yang lolos pendanaan serta perluasan partisipasi dari seluruh fakultas.

Unila juga telah menyiapkan sejumlah langkah untuk menjaga kualitas operator PKM ke depan, seperti peningkatan sistem digital monitoring, pelatihan kompetensi operator, serta penyusunan SOP yang lebih efektif.

Sebagai pesan kepada mahasiswa, Heni berharap program PKM dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh seluruh mahasiswa Unila. “PKM adalah wadah luar biasa untuk mengasah kreativitas, riset, dan inovasi. Kami selalu siap mendampingi,” tuturnya.

Di akhir wawancara, Heni menyampaikan rasa syukur dan bangga atas prestasi yang diraih. “Alhamdulillah, penghargaan ini adalah hasil kerja keras bersama dan menjadi hadiah bagi seluruh pihak yang terlibat dalam PKM Unila,” pungkasnya. [Magang_Dimas Permadi]