(Unila): Program Studi Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik Universitas Lampung (Unila) menggelar talkshow kolaborasi “Perguruan Tinggi Berdaya: Sinergi Pengetahuan untuk Pengentasan Kemiskinan”, di Gedung D.3.1 FISIP Unila, pada Jumat, 14 November 2025.
Talkshow ini merupakan kolaborasi Jurusan Administrasi Negara dengan Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat serta para akademisi Unila.
Dibuka dengan sambutan Dekan FISIP, Prof. Dr. Anna Gustina Zainal, S.Sos., M.Si., yang menyampaikan terima kasih serta apresiasi atas sinergi dan kolaborasi dalam forum ini.
“Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas pelaksanaan talkshow mengingat teman ini menjadi salah satu fokus utama FISIP, kolaborasi luar biasa ini diharapkan dapat memberi pencerahan bagi mahasiswa FISIP serta memberikan kontribusi dalam kementerian jajaran kabinet saat ini.”
Penyelenggara talkshow menghadirkan tiga narasumber, yakni Niken Ariati (Kepala Biro Hukum, Organisasi dan Persidangan Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat), Prof. Ir. Sumaryo Gitosaputro (Akademisi FP Unila) dan Prof. Dr. Ari Darmastuti (Akademisi FISIP Unila).
Ketiga narasumber tersebut membahas garis besar pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat.
Narasumber pertama, Niken Ariati, menyampaikan materi bertajuk “Dari Bantuan Menuju Pemberdayaan: Arah Baru Kebijakan Pengentasan Kemiskinan.” Ia memaparkan mengenai Gerakan dan Bantuan Nasional untuk Pengentasan Kemiskinan serta Pentingnya Pemberdayaan untuk membangun masa depan.
Selanjutnya, Prof. Ir. Sumaryo Gitosaputro, menyampaikan “Kolaborasi dan Inovasi: Membangun Ekosistem Perguruan Tinggi dalam Pemberdayaan Masyarakat,” yang menekankan pentingnya inovasi dan kolaborasi pentahelix dalam mendukung dan memastikan keberlanjutan program kebijakan.
Pemaparan terakhir dari Prof. Dr. Ari Darmastuti, yang membahas “Rekonstruksi Peran Perguruan Tinggi dalam Ekosistem Pemberdayaan Sosial: Dari Transfer Pengetahuan ke Transformasi Struktural”.
Melalui forum ini, diharapkan mampu mendorong mahasiswa untuk mengintegrasikan kepekaan sosial dan teori yang mereka miliki sebagai langkah kontribusi konkret perguruan tinggi dalam memperkuat kapasitas pemberdayaan masyarakat ke depan.
Talkshow ditutup dengan sesi tanya jawab peserta serta pembagian goodie bag dari Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat. [Magang_Navisya Aleyka]


