Mahasiswa KKN Manfaatkan Budidamber sebagai Mata Pencaharian Desa Surabaya Baru

0
364

(Unila): Inovasi pembuatan produk dengan memanfaatkan budidaya ikan dalam ember (Budidamber ) dalam meningkatkan pendapatan dan memperluas usaha pada desa Srabaya Baru diinisiasikan oleh Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Lampung (Unila) Periode 1 2025 Desa Surabaya Baru, Kecamatan Bandar Surabaya, Kabupaten Lampung Tengah.

Kegiatan tersebut memuat sosialisasi dan pelatihan pembuatan abon ikan lele. Pelaksanaan kegiatan tersebut dilakukan pada waktu yang berbeda, penyampaian materi atau sosialisasi dilaksanakan pada Rabu, 22 Januari 2025 sedangkan praktik dan uji coba pembuatan abon lele dilaksanakan pada Sabtu, 25 Januari 2025.

Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja oleh kelompok KKN Desa Surabaya Baru, Kecamatan Bandar Surabaya, Kabupaten Lampung Tengah yang terdiri Fadil Muharrom, M. Ardan Akbar, Anisa Mitha Safitri, Florentina Br S., Dinda Clara, Abdul Manan, dan Wulan Putri Ayu dengan dosen pembimbing Dr. Rahmat Safe’i, S. Hut., M.Si.

Dalam sosialisasi, mahasiswa KKN menyampaikan mengenai pengolahan ikan lele menjadi abon yang tahan lama, bernilai jual tinggi, dan memiliki cita rasa yang menarik. Selain itu, penjelasan mengenai digitalisasi usaha terkait dengan strategi pemasaran, kemasan produk, dan penggunaan media sosial serta marketplace untuk menjangkau lebih banyak konsumen.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kecamatan Bandar Surabaya juga telah memberikan dukungan penuh dengan menyetujui peningkatan skala budidaya dari BUDIDAMBER menjadi Budidaya Ikan dalam Terpal.

Fadil Muharrom sebagai koordinator desa KKN Desa Surabaya Baru menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan ekonomi ibu-ibu KWT melalui usaha berbasis perikanan dan produk olahan.

“Dengan terlaksananya kegiatan ini, tujuannya dapat menciptakan usaha berkelanjutan dengan memanfaatkan teknologi budidamber untuk ketersediaan bahan baku yang murah dan mudah serta meningkatkan keterampilan wirausaha masyarakat, terutama dalam produksi, pemasaran, dan pengelolaan keuangan usaha,” jelasnya dalam wawancara.

Peserta memberikan respon yang baik dan sangat antusias dengan pelaksanaan kegiatan ini sehingga secara kognitif seluruh peserta telah memahami tata cara pembuatan abon lele dan telah mampu dalam mengolah abon lele.

Diharapkan setelah diselenggarakan kegiatan tersebut dapat terbentuk usaha abon ikan lele berbasis KWT yang berkelanjutan di Desa Surabaya Baru dan memiliki keterampilan baru dalam budidaya dan pengolahan ikan lele karena produk abon ikan lele memiliki daya saing di pasar lokal maupun digital. [Magang_Mifta Rizky A]