‘Ritual of Biha’ Karya UKMBS Kenalkan Folklor Pesisir Selatan

0
567

(Unila): Unit Kegiatan Mahasiswa Bidang Seni (UKMBS) Universitas Lampung (Unila) menyelenggarakan performance art “Ritual of Biha” yang dilaksanakan di Balai Rektorat Unila, pada Senin, 9 Desember 2024.

“Ritual of Biha” performance, yang merupakan bagian dari rangkaian program Lab Indonesiana: Dapur LTC 2024 – Inkubasi Talenta Teater Indonesia oleh Lab Teater Ciputat (LTC) bekerja sama dengan Kemendikbudristek RI melalui program yang menampilkan napak tilas (penelusuran kembali sejarah) mengenai tradisi yang ada di Pekon Biha, Pesisir Barat.

Persiapan dalam pelaksanaan ini berlangsung tiga bulan dan seluruh tim terlibat dalam proses yang mendalam, mulai dari workshop, penggalian literatur, rehearsal intensif, hingga penelitian berbasis research library untuk menggali data-data yang menjadi dasar penyusunan teks pertunjukan. Proses ini membuktikan seni adalah kerja kolaboratif dan berdimensi akademis.

Lentera Dzulqarnain sebagai aktor dan kreator menyampaikan jika pengambilan tema ini berawal dari partisipasinya dalam workshop di Jambi, di mana kegiatan tersebut dipetakan menjadi tiga kelas dan Ia memilih untuk mengambil “tapak tilas” yaitu proses penciptaan karya seni yang diangkat dari cerita rakyat.

“Pengorbanan dari tema ini adalah representasi, gugatan-gugatan atau penerimaan-penerimaan dari ritual ikhau. Ritual ikhau merupakan ritual pemenggalan sepasang perawan dan perjaka tercantik/tertampan di Biha yang berasal dari Pesisir Selatan,” ungkapnya.

Pemilihan tema berdasarkan dengan nilai universalitas, karena pengorbanan merupakan tema yang luas dan salat hadir dalam setiap tempat, budaya, tradisi, zaman, dan waktu. Ketua UKMBS, Ahmad Musyaffa Purnama menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang turut memeriahkan acara ini.

“Terima kasih juga kepada semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara ini, termasuk para seniman yang terlibat dalam proses, tim produksi, dan hadirin yang telah meluangkan waktu untuk hadir di sini,” jelasnya.

Iswadi Pratama, seorang budayawan sekaligus alumni dari Unila, serta alumni dan pendiri divisi teater dari UKMBS Unila, menyampaikan tanggapannya terkait pelaksanaan acara ini.

“Bagi saya sangat mengharukan, membanggakan, dan sekaligus menjadi berita baik sebagai alumni Unila, sebagai bagian dari masyarakat,” ujarnya.

Unila sebagai kampus sedang menunjukkan fungsinya malam ini. Kampus bukan hanya tempat kuliah untuk mendapatkan gelar sarjana, tetapi juga merupakan laboratorium ilmu pengetahuan dan kebudayaan, di mana gagasan-gagasan dan ide-ide baik yang menyangkut sains, ilmu pengetahuan, maupun kebudayaan seharusnya bisa ditemukan di dalam kampus.

Melalui pelaksanaan acara ini diharapkan dapat membangkitkan gairah berkesenian di Indonesia, khususnya teater agar tidak punah dan diharapkan ekosistem seni dapat terus terjaga, karena para performer membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk penonton. [Magang_Mifta Rizky A/Shalu Munadiyan]