(Unila): Seiring gencarnya persaingan antarperguruan tinggi menuju papan atas, Universitas Lampung (Unila) terus melakukan peningkatan jumlah guru besar dengan melakukan Sosialisasi Tim Percepatan Guru Besar di ruang sidang Rektorat, Jumat (17/7/2020).
Sosialisasi dipimpin langsung Rektor Unila Prof. Dr. Karomani, M.Si., dan dihadiri Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Heryandi, tim percepatan guru besar, wakil dekan bidang akademik dan kerja sama dari masing-masing fakultas, beserta sejumlah dosen dari berbagai fakultas di lingkungan kampus setempat.
Ketua Tim Percepatan Guru Besar Prof. Mustofa Usman, Ph.D., mengatakan, Unila melalui tim percepatan guru besar telah berkomitmen untuk membantu tercapainya berbagai usulan guru. Tim ini bertugas membantu mereka, baik dari penulisan publikasi jurnal hingga syarat naik pangkat.
Mustofa memercayai bahwa naiknya jumlah guru besar Universitas Lampung merupakan satu cara untuk mewujudkan iklim akademik yang lebih baik sekaligus memperkaya otoritas keilmuan yang bermanfaat bagi masyarakat. Hal itu sesuai dengan salah satu peran institusi perguruan tinggi yakni, menghasilkan produk penelitian dan riset.
Mustofa juga mengungkapkan, program yang dilakukan by design ini dapat memacu semangat para kandidat guru besar. Salah satu kunci keberhasilan itu, tim telah mengundang wakil dekan bidang akademik setiap fakultas untuk mengetahui data base dosen yang dipersiapkan naik pangkat.
“Ini adalah hasil pemikiran para pimpinan untuk berupaya meningkatkan jumlah guru besar. Walaupun itu adalah outcome, tetapi riset dan publikasi adalah suatu hal yang terus dilakukan,” ujarnya.
Di kesempatan yang sama Rektor menuturkan, Unila harus melakukan lompatan secara sistemik agar jumlah guru besar bisa bertambah. Terhitung sejak tujuh bulan pertama menjabat sebagai rektor, ia telah menerima 22 usulan guru besar. Ditargetkan, Unila memiliki 100 usulan guru besar yang masuk pada tahun ini.
Karomani pun menambahkan, manfaat dari percepatan guru besar yakni mewujudkan peringkat 10 besar perguruan tinggi papan atas dan berkelas internasional. Selain itu, pendampingan penulisan jurnal berkualitas dipersiapkan untuk entry point menuju peneliti profesional dan go international.
Unila juga memantapkan layanan teknologi informasi untuk menggencarkan perkuliahan jarak jauh (PJJ). [Humas/Riky]



