(Unila): Universitas Lampung (Unila) berkomitmen mendukung pengelolaan sampah berkelanjutan dengan membangun Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) hasil kerja sama Unila dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahaan Rakyat (PUPR) tahun lalu.
TPST mengedepankan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dan konsep zero waste yaitu mengubah sampah menjadi barang yang bernilai guna. Selain itu, TPST berfungsi untuk mereduksi volume sampah secara maksimal hingga hanya tersisa 7%. Tak hanya itu, TPST mengolah jenis-jenis sampah seperti organik, cair, dan plastik menjadi komposter, biogas, dan bahan bakar.
Untuk memaksimalkan peran TPST sebagai pusat pengelolaan sampah terpadu dan mendukung program kampus berkelanjutan, Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Unila Dr. dr. Asep Sukohar, M.Kes., bersama SDGs Center Unila, LPPM Unila, TPST, SNV Belanda, dan Lampung Sweeping Community (LSC) menggelar Workshop Greenmetric Pengelolaan Sampah Berkelanjutan, Selasa (14/7/2020).
Bertempat di TPST Unila, kegiatan dibuka dan dihadiri langsung Rektor Unila Prof. Dr. Karomani, M.Si. Workshop turut hadir Ketua LPPM Unila Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., N.I.P., Ketua SDGs Center Unila Dr. Unang Mulkhan, M.B.A., Ketua TPST Unila Ir. Opik Taufik, S.T., M.T., Ketua LSC yaitu Orima Melati Davey, jajaran dekan dan wakil dekan dari berbagai fakultas di lingkungan kampus setempat.
Rektor pada kesempatan itu menyampaikan, pengelolaan sampah di TPST harus mengedepankan prinsip berkelanjutan dan melibatkan semua pihak, termasuk masyarakat umum dan tenaga kebersihan. Universitas Lampung telah menjadi pusat rekreasi masyarakat di mana fasilitas seperti embung dan taman menjelma sebagai spot favorit di akhir pekan.
“Tentunya kita harus menjaga kebersihan dari semua fasilitas yang dimiliki karena kebersihan merupakan sebagian dari iman. Ke depannya, kita dapat memaksimalkan fungsi TPST sebagai instalasi pengelolaan sampah terpadu untuk mengelola sampah menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis seperti kompos, biogas, dan bahan bakar,” ujarnya saat membuka workshop.
Diharapkan kegiatan ini menjadi langkah awal untuk bersinergi dalam mengatasi permasalahan sampah di lingkungan Kampus Hijau.
Kaitannya dengan Greenmetric, Ketua Tim Kerja Greenmetric Unilaversitas Lampung, Dr. Hengky Mayaguezz, S.Pi., M.T., memaparkan indikator dan target pencapaian Universitas Lampung sebagai kampus berkelanjutan. “Kita harus mendukung segala kegiatan pengelolaan lingkungan terutama TPST untuk mendorong terciptanya kampus hijau dan lompatan penilaian peringkat di UI Greenmetric 2020,” ujar Ketua Greenmetric Universitas Lampung.
Workshop Greenmetric Universitas Lampung juga berkolaborasi dengan NGO Internasional asal Belanda yaitu SNV untuk memberikan pengetahuan terkait pengelolaan sampah berkelanjutan melalui ide Circular Economy. “Dalam mendukung pengembangan layanan sanitasi dan pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan inklusif, Universitas Lampung harus berkomitmen penuh dalam penguatan kapasitas operasional dan perawatan infrastruktur pengelolaan sampah, khususnya TPST,” ujar I Nyoman Suartana, S.T., selaku perwakilan SNV Indonesia.
Dr. dr. Asep Sukohar M.Kes., mengharapkan, melalui workshop teknis pengelolaan sampah yang sistematis dari TPST kepada perwakilan petugas kebersihan dari seluruh fakultas, rektorat, dan unit kerja di Universitas Lampung dapat mewujudkan lingkungan kampus yang sehat dan asri serta berbasis pendidikan dan riset yang berkelanjutan.
Workshop diharapkan mampu menjadi forum dalam memberikan informasi, ilmu dan pengalaman yang dapat dibagikan kepada seluruh peserta sekaligus menjadi bekal mewujudkan Kampus Hijau pada Universitas Lampung.
Sekretaris TPST Ferizal Rahman, S.T, M.T.., menambahkan, tim teknis TPST akan menyiapkan peralatan yang diperlukan. Ke depannya TPST akan meletakkan 4 tong sampah di setiap fakultas sehingga dapat membantu proses pemilahan sampah. [Humas/RilisTPST]




