(Unila): Universitas Lampung (Unila) kembali mendistribusikan bantuan kuota internet tahap kedua bagi 1.004 mahasiswa golongan UKT I dan II. Paket kuota senilai Rp150 ribu itu mulai didistribusikan sejak 26 Juni 2020 melalui provider Telkomsel, Indosat, XL Axiata, Tri, dan Smartfren.
Dari 1.004 mahasiswa penerima bantuan, tujuh di antaranya merupakan mahasiswa asing asal Palestina, Madagaskar, dan Vietnam. Pemberian bantuan bagi mahasiswa asing penerima beasiswa kerja sama internasional ini merupakan kebijakan langsung pimpinan Unila.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unila Prof. Yulianto didampingi Kabag Kemahasiswaan Sopiana, S.Sos., menjelaskan, kebijakan khusus yang digulirkan kepada mahasiswa asing tersebut untuk merespons surat pernyataan yang mereka ajukan sebelumnya.
Kemudian untuk memastikan bantuan kuota internet tepat sasaran, pihaknya melakukan konfirmasi ke sejumlah mahasiswa dengan sampel nomor ponsel secara acak. “Nomor-nomor tersebut dihubungi dan dikonfirmasi apakah bantuan kuota sudah diterima atau belum,” ujar Sopiana.
Dalam pendistribusian bantuan, sejumlah kendala teknis juga ditemui tim pelaksana. Salah satunya kuota gagal terkirim. Hal itu disebabkan nomor ponsel mahasiswa sudah tidak lagi digunakan, hangus maupun masuk masa tenggang. Seperti yang terjadi pada pengguna provider Telkomsel.
“Tapi sebenarnya kuota kita tetap masih ada. Kalau pun mereka mau sekarang mendaftarkan sudah kita umumkan via website BAK. Jadi bagi mereka yang tidak berhasil top up, bisa mendaftar kembali,” jelasnya.
Mantan Kabag Informasi dan Humas ini pun menambahkan, tim sudah mengantongi printout laporan dan data nomor ponsel yang berhasil ditransfer kuota maupun tidak. Oleh karena itu para mahasiswa yang sudah mendaftarkan nomor ponselnya namun belum menerima bantuan kuota hingga saat ini, bisa melaporkan kendala tersebut. [Humas/Angel]