Unila Berencana Menggelar Wisuda Daring

0
1495

(Unila): Universitas Lampung (Unila) berencana menyelenggarakan prosesi wisuda periode IV dan V secara daring. Rencana itu ditetapkan melalui Surat Keputusan Rektor Nomor 1369/UN26/PP/03.00.01/2020 tentang Pelaksanaan Wisuda Daring Peridoe IV dan V Universitas Lampung Tahun Akademik 2019/2020 yang ditandatangani pada 9 Juni 2020.

Hal itu disampaikan Wakil Rektor Bidang Akademik Unila Prof. Dr. Heryandi, M.S., didampingi Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Prof. Dr. Yulianto, M.S., saat menggelar diskusi online via Google Meet bersama para calon wisudawan Unila, Jumat (12/6/2020) siang.

Pada pertemuan virtual itu Heryandi menyampaikan beberapa poin terkait penyelenggaraan wisuda daring. Pertama, kebijakan yang dikeluarkan diputuskan setelah melalui diskusi dengan para dekan dan seluruh pihak terkait.

Penyelenggaraan model wisuda daring merupakan persoalan yang harus segera disikapi di tengah pandemi Covid-19 yang masih berlangsung.

Ia menyebutkan, saat ini sudah ada 1.590-an mahasiswa yang terdaftar dalam waiting list wisuda. Jumlah wisudawan akan mencapai 3.000-an dalam setahun. Jika dilakukan penundaan hingga kondisi kondusif, hal itu tentu akan menimbulkan masalah baru dalam pelaksanaannya.

“Bayangkan jika kita tunda lagi sampai waktu yang tidak jelas. Sampai saat ini saja kita tidak bisa menentukan bahwa Covid-19 sudah selesai atau belum,” jelasnya.

Guru Besar Ilmu Hukum Internasional Unila ini juga menerangkan, kebijakan tersebut diputuskan berdasarkan instruksi pemerintah dan ketua tim gugus tugas penangangan Covid-19 di lingkungan Universitas Lampung. Ia pun memastikan pelaksanaan wisuda daring tidak akan mengurangi hak-hak wisudawan dan juga tidak akan ditarik biaya.

Untuk itu Mantan Dekan FH Unila ini mengajak para calon wisudawan memaknai kata daring sebagai sesuatu yang positif dan menjadi salah satu bagian kehidupan. Dirinya berharap, semua pihak dalam situasi yang tidak menentu saat ini mulai beradaptasi dengan kemungkinan-kemungkinan yang terjadi.

“Saya sebagai penanggungjawab bidang akademik khusus pasal penyelenggaraan wisuda mengganggap penting bahwa kondisi ini harus menjadi perhatian kita. Solusi yang terbaik adalah kita tetap laksanakan tetapi tidak bertatap muka,” imbuhnya.

Gelar Dialog Lanjutan

WAKIL Rektor Bidang Kemahasiswaan Prof. Yulianto menyarankan untuk mengadakan dialog lanjutan secara tatap muka. Hal itu bertujuan untuk mengoptimalkan jalannya diskusi antara para calon wisudawan dan para wakil rektor bidang akademik, kemahasiswaan, dan jajarannya.

Dialog lanjutan itu sekaligus untuk merespons para calon wisudawan yang menginginkan wisuda periode IV dan V tidak dilakukan secara daring. “Silakan BEM bersama perwakilan setiap fakultas membuat jadwal pertemuan langsung supaya nanti kita tidak confused dengan hasil diskusi hari ini,” tutupnya. [Humas/Angel]