DWP Unila Peringati Hari Ibu ke 91

0
1151

(Unila): Darma Wanita Persatuan (DWP) Universitas Lampung (Unila) peringati Hari Ibu ke-91, Selasa (12/12/2019). Kegiatan ini dibuka oleh pelaksana tugas harian Rektor Universitas Lampung Pof. Dr. Ir. Muhammad Kamal, M.Sc.

Pada peringatan hari ibu dan hari ulang tahunnya kali ini, DWP Universitas Lampung mengusung tema “Perempuan Berdaya dan Berkarya Unila Jaya”. Kegiatan itu diselenggarakan di Wisma Unila dan dihadiri para dekan, kepala biro, dan pengurus DWP kampus setempat.

Bersamaan kegiatan itu pun dihelat seminar. Panitia penyelenggara mengusung tema “Pengenalan Gejala dan Pencegahan Penyakit Metabolik” dengan menghadirkan dr. Merry Indah Sari, S.Ked., M.Med.Ed sebagai pemateri.

Pada kesempatan itu Darma Wanita Persatuan Unila juga memberikan beasiswa kepada anak asuh di lingkungan Universitas Lampung sebanyak 138 orang. Beasiswa bagi anak-anak tenaga kependidikan Unila itu disalurkan kepada siswa tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga SMA, dengan total keseluruhan Rp53.250.000,-. Dana itu diperoleh dari kas Darma Wanita Persatuan Universitas Lampung dan bantuan dari sejumlah instansi di lingkungan kampus.

Ketua DWP Unila Enung Juhartini Karomani menyampaikan, sekuat apapun seorang suami pasti ada titik kelemahannya. Ia membutuhkan seorang isteri untuk mendampingi hidupnya. Seorang isteri merupakan penyejuk hati bagi suami di kala gundah.

“Perempuan sebagai ibu tidak hanya berperan merawat anak tetapi sumber pendidikan partama bagi anak-anak dalam keluarga. Melihat pentingnya peran perempuan dalam keluarga, maka perempuan memiliki peran strategis menyukseskan pembangunan bangsa,” ujarnya.

Pelaksana tugas harian Rektor Universitas Lampung Pof. Dr. Ir. Muhammad Kamal, M.Sc., juga mengajak semua pihak untuk meneladani karakter dan sifat unggul dari kaum ibu. Semua perlu menyimak kembali tentang proses perjuangan yang telah dicontohkan oleh para ibu-ibu.

“Ibu telah mengandung kita semua, ibu tidak pernah merasa lelah, tidak pernah merasa capek, dan tidak pernah merasa sungkan dengan apa yang dibawa di perutnya. Setelah itu kita dilahirkan bagaimana proses kelahiran itu, betapa luar biasanya seorang ibu,” imbuhnya.[Penda_Humas]