(Unila): Pelaksanaan pendanaan pembangunan Rumah Sakit Pendidikan (RSP) dan Pusat Riset Universitas Lampung (Unila) memasuki babak akhir.
Rektor Unila Prof. Hasriadi Mat Akin beserta jajaran secara langsung hadir menemui tim Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), Senin (17/6/2019) di Grand Mercure Jakarta untuk memaparkan laporan hasil revisi proyek yang telah siap (Readiness Criteria).
Rektor saat ditemui mengungkapkan, Unila telah lama mengupayakan dukungan pendanaan untuk melanjutkan pembangunan RSP yang sempat berhenti dari masa Rektor sebelumnya.
Dengan bekerja sama dengan Asian Development Bank (ADB), Kemenristekdikti telah menggolongkan Unila yang sebelumnya masuk pada kategori blue book melaju ke posisi green book.
“Kita sudah masuk green book sekarang. Bedanya, blue book itu disetujui di tingkat Bappenas sedangkan green book sudah disetujui pemberi dana. Di Bappenas terdapat antrean yang panjang dan kita termasuk yang cepat,” urai Hasriadi.
Perubahan status itu, lanjutnya, diawali dari terbitnya persetujuan tiga menteri yakni Bappenas, Kemenristekdikti, dan Pemberi dana (ADB). Selanjutnya pada kategori green book masuk persetujuan dari kementerian keuangan.
Hasriadi juga menerangkan, Kemenristekdikti beserta ADB pada pertemuan itu menyepakati dalam waktu dekat Unila akan memperoleh bantuan pendanaan pembangunan infrastruktur RSP dan pusat riset sebesar Rp43 juta dolar atau setara Rp650 miliar.
Saat anjangsana itu pula Unila menyampaikan perbaikan atas revisi administrasi proposal pengajuan harus sesuai standar ADB.
Kaitan Peringkat Unila
Sesuai amanat Menteri Ristekdikti M. Nasir, infrastruktur dan sarana prasarana Perguruan Tinggi merupakan salah satu komponen sumber daya dengan investasi yang strategis dalam mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta peningkatan mutu.
Hasriadi mengungkapkan, top Perguruan Tinggi adalah mereka yang memiliki fasilitas riset mumpuni. Unila menargetkan pembangunan riset Universitas Lampung akan menjadi pusat riset terbesar di Sumatra.
“Pusat riset yang besar ini diharapkan mampu mengakomodasi Perguruan Tinggi di Lampung dan Sumatera guna menyokong pembangunan daerah yang selanjutnya berkontribusi pada perkembangan ekonomi daerah,” kata Hasriadi.[Riky_Humas]



