(Unila): Seleksi penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi pada tahun 2019 menggunakan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) secara menyeluruh. Universitas Lampung (Unila) selaku Panitia Lokal (Panlok) 191 melalui Badan Pelaksana Penerimaan Mahasiswa Baru (BP-PMB) melaksanakan Workshop UTBK SBMPTN 2019 bagi para admin server dan teknisi ruang mitra panitia lokal.
Enam mitra panitia lokal antara lain SMKN 2, SMK 2 Mei, SMA Al Kautsar, SMKN 4 Bandarlampung, Universitas Teknokrat Indonesia, serta Universitas Malahayati hadir mengikuti workshop di Hotel Horison, Bandarlampung, Kamis (28/02/2019).
Ketua BP-PMB Moneyzar Usman mengatakan, pada dasarnya ujian penerimaan mahasiswa baru ini memiliki format yang sama dengan pendaftaran tahun sebelumnya. Namun kali ini calon mahasiswa baru akan mengikuti alur pendaftaran berbeda, yakni sistem UTBK.
“Peserta mendaftar online, lalu mereka akan mendapatkan informasi tentang waktu dan sesi pelaksanaan tes. Peserta lalu ikut tes, selanjutnya mereka dapat nilai, untuk digunakan mendaftar di jurusan yang akan dipilih,” terangnya saat diwawancarai.
Moneyzar juga mengungkapkan, pentingnya kehadiran para admin server dan teknisi ruang pada kegiatan ini untuk mengetahui bagaimana mekanisme instalasi, peralatan, ruang, dan tempat yang akan digunakan karena ini terkait pada fasilitas mitra yang digunakan.
Koordinator LTMPT Panitia Lokal 191 Heri Dian Septana menjelaskan, pendaftaran akan dibuka pada 1 Maret dan 9 Maret akan dilaksanakan uji coba nasional. Dengan perubahan sistem ujian dari UTBC dan UTBK sebagian menjadi UTBK keseluruhan, jumlah peserta ujian akan dibagi menjadi 20 sesi setiap Sabtu-Minggu. Selanjutnya interface aplikasi UTBK 2019, disajikan dalam bentuk subtes dengan pembatasan waktu setiap subtes.
“Pelaksanaan ujian dengan metode ini sudah berjalan selama 3 tahun tapi memang belum full digunakan. Berdasarkan pembelajaran yang sudah-sudah dengan menggunakan peralatan, komputer, listrik, tetap ada potensi-potensi terjadi kegagalan. Kegiatan ini dalam rangka antisipasi,” terang Heri.
Heri menambahkan, mitra yang dipilih adalah institusi pendidikan yang punya daya listrik baik selain PLN, yakni memiliki genset cukup maupun UPS. Sedangkan saat uji coba nasional pada 9 Maret, akan ada evaluasi dan disampaikan kepada sekolah juga perguruan tinggi mitra.[Riky/Inay_Humas]



