MANAJEMEN laboratorium merupakan salah satu usaha untuk mengelola laboratorium. Beberapa alat laboratorium yang canggih dengan staf profesional yang terampil belum tentu berfungsi dengan baik jika tidak didukung manajemen laboratorium mumpuni.
Berkaitan dengan hal itu, Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) Universitas Lampung menggelar Lokakarya Manajemen Mutu Laboratorium dan Kalibrasi serta Laboratorium Layanan di Ruang Sidang Lantai II Gedung Rektorat, Jumat (27/10/2017).
Menurut Dr. Ir. Murhadi, M.Si., selaku Kepala LP3M, workshop sehari ini ditujukan untuk mencapai keberadaan sadar dan paham akan pentingnya pengelolaan laboratorium atau studio yang berstandar mutu.
“Target diadakan lokakarya, untuk mencapai standar mutu minimal dalam pengelolaan operasional laboratorium dan studio di semua program studi yang memberi layanan akademik maupun nonakademik,” ujarnya.
Panitia dalam lokakarya ini mendatangkan narasumber dari Institut Pertanian Bogor (IPB) Dr. Komar Sutriah, M.Si. Adapun peserta berasal dari empat fakultas yakni fakultas teknik sebanyak 10 orang, fakultas pertanian 8 orang, fakultas MIPA 8 orang, dan fakultas kedokteran 3 orang.
Komar menyampaikan, pada dasarnya laboratorium memiliki peranan besar dalam menentukan mutu pendidikan. Melalui laboratorium dapat diciptakan karya-karya ilmiah membanggakan yang tak dapat dihasilkan oleh institusi lainnya. Oleh karena itu laboratorium bagi perguruan tinggi bermutu menjadi bagian yang dikedepankan.
Rektor Unila Prof. Hasriadi Mat Akin dalam sambutannya mengatakan, laboratorium di sebuah perguruan tinggi merupakan sentra. Unila sesuai taglinenya “Berkarya dan Berinovasi Untuk Bangsa”, terus berupaya melakukan invensi untuk menciptakan inovasi.
“Laboratorium Unila harus mendapatkan sertifikat ISO 17025:2008 agar data yang dihasilkan semakin kredibel. Dengan demikian, invensi-invensi yang ada dapat dipilah untuk dikomersialkan hingga mampu mendukung tercapainya visi Unila di tahun 2025.”[Dwi_Inay/Humas]