SEBAGAI salah satu sarana mahasiswa meningkatkan kecendekiawanan di perguruan tinggi, organisasi kemahasiswaan diharapkan dapat dikelola dengan baik. Pengelolaan kegiatan yang optimal dapat terwujud apabila dilandasi dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang baku.
Untuk itu Universitas Lampung (Unila) menyelenggarakan workshop Pengembangan Kemahasiswaan Universitas Lampung. Di hari kedua, lokakarya yang dihadiri sejumlah mahasiswa ini membahas perumusan SOP kegiatan kemahasiswaan di lingkungan kampus setempat.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Prof. Karomani saat memberi pengarahan mengatakan, kehidupan kampus tidak terlepas dari berbagai jenis kegiatan yang sekaligus menjadi sarana pengembangan diri mahasiswa ke arah perluasan wawasan, profesi, integritas kepribadian, dan sikap ilmiah.
Dalam upaya mendukung pengembangan kegiatan kemahasiswaan tersebut, universitas berusaha mendukung dan memfasilitasi semua aktivitas baik kurikuler maupun ekstra kurikuler. Namun demikian perlu adanya pengontrolan dari semua sivitas akademika, karena kebijakan pembinaan kemahasiswaan merupakan bagian integral dari kebijakan akademik.
Prof. Karomani menjabarkan, melalui workshop ini para peserta perlu menyamakan persepsi dan motivasi yang berkenaan dengan organisasi kemahasiswaan dan kegiatannya. Bukan untuk menghambat aturan, namun untuk membuat menjadikan kegiatan kemahasiswaan lebih tertib, aman, dan nyaman.
“Bukan ingin menghambat apalagi membatasi aturan yang selama ini diaktifkan. Saya ingin kita merumuskan SOP yang proses dan hasilnya nanti disepakati bersama. Sehingga tujuan akuntabilitas dan transparasi dalam pengembangan organisasi kemahasiswaan lebih optimal,” paparnya, Jumat (3/2/2017).[inay/humas]


