BKSPTN Wilayah Barat Bahas Permen 44 Tahun 2015

0
1435

(Unila): Peraturan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) Nomor 44 Tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SNPT) menjadi isu strategis Badan Kerjasama Perguruan Tinggi Negeri (BKS-PTN) Wilayah Barat saat ini.

Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Lampung Prof. Bujang Rahman mengatakan dengan ke luarnya Permen tersebut maka seluruh perguruan tinggi di Indonesia baik negeri maupun swasta harus menyikapi secara serius tuntutan dari Permen tersebut tanpa terkecuali.

“Dalam pertemuan BKS-PTN Wilayah Barat kali ini lah isu tersebut akan dibahas, selain pembentukan kepengurusan baru. Kebetulan saat ini Unila tuan rumahnya,” ujar Bujang di sela sela acara rapat koordinasi BKS-PTN Wilayah Barat di Hotel Bukit Randu, Jumat lalu.

Mantan Dekan FKIP Unila itu mengatakan, Permen 44 Tahun 2015 menekankan bagaimana setiap perguruan tinggi memenuhi standar layanan pendidikan tinggi yang telah ditetapkan pemerintah pusat. “PTN harus jadi benchmark atau tolak ukur perguruan tinggi di Indonesia. Revisi kurikulum, ketercukupan sumberdaya manusia, pengembangan infrastruktur dan hal terkait lainnya perlu dilakukan,” ujarnya.

Poin-poin tersebut, lanjut Bujang, dibahas pada tengah hari pertama rapat koordinasi, dilanjutkan dengan pemilihan kepengurusan baru BKS-PTN Wilayah Barat. Baru kemudian selaku tuan rumah, Unila mengajak para peserta untuk mengenal lebih dekat tempat wisata terdekat di Provinsi Lampung.

Untuk diketahui, BKS-PTN Wilayah Barat merupakan forum kerja sama antarwakil rektor bidang akademik wilayah Sumatera, Kalimantan Barat, dan Jawa bagian Barat. Mencakup 20-an perguruan tinggi negeri di antaranya Universitas Syiah Kuala-Aceh, Universitas Sumatera Utara-Medan, Universitas Negeri Medan-Medan, Universitas Riau-Pekanbaru, Universitas Andalas-Padang.

Universitas Negeri Padang, Universitas Jambi-Jambi, Universitas Sriwijaya-Palembang, Universitas Lampung-Bandarlampung, Universitas Bengkulu-Bengkulu, Institut Seni Indonesia, Padang Panjang, Universitas Palangkaraya, Institut Pertanian Bogor.

Selanjutnya, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa-Serang, Universitas Malikussaleh-Lhokseumawe, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Tanjungpura-Pontianak, Universitas Indonesia, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim-Riau, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Hidayatullah.[inay]