Ketua LPPM Unila Kritisi Pernyataan Menko-PMK

0
1231

Pernyataan Puan

Pernyataan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani yang menilai kualitas peneliti/ilmuan Indonesia kurang “greget” dan akan adanya rencana penambahan peneliti, mendapat kritikan dari Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Lampung (LPPM Unila) Dr. Eng. Admi Syarif.

Menurutnya, jumlah peneliti yang juga dosen Unila sudah banyak. Bahkan, dia menyikapi statement tersebut sebagai suatu hal yang salah.

“Bukan dengan penambahan jumlah peneliti, melainkan pengoptimalan sumber daya manusia (SDM) yang ada. Dosen di Unila mencapai 1.200-an orang. Sebagai dosen yang mengajar dan mendidik mahasiswa, mereka juga wajib melakukan penelitian yang menghasilkan temuan,” paparnya, kemarin (11/8).

Unila, lanjutnya, setiap tahun mengeluarkan tidak kurang dari 400 judul penelitian yang dilakukan oleh sebagian besar dosen. Bahkan mengenai pendanaannya justru banyak di support oleh pusat. “Lebih dari 400 judul penelitian yang kami ajukan tahun ini didanai dari Kementrian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek-Dikti) sebesar Rp400 Juta untuk dua judul penelitian,” ungkapnya.

Menurutnya, pemerintah bersama-sama instansi-instansi penelitian dan industri harus bekerjasama dan berperan aktif untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas research. “Pemerintah diharapkan mendorong industri berperan aktif supaya produk hasil penelitian bisa menyentuh masyarakat,” pungkasnya. [Naufal A. Caya]