(Unila): Prof. Dr. Khaidir Anwar, S.H.M.Hum., yang dikukuhkan sebagai profesor bidang Ilmu Hukum Internasional Universitas Lampung (Unila), Kamis (23/4) lalu berharap agar kampusnya dapat meningkatkan produktivitas pencapaian puncak karier akademis di perguruan tinggi.
Tapi dia juga meminta kepada para doktor yang sedang mengejar pencapaian guru besar agar tidak menghalalkan segala cara demi mendapatkan jabatan tersebut.
Khaidir yang merupakan adik bungsu mantan Gubernur Lampung dua Periode Sjcahroedin ZP ini mengaku bersyukur Unila sudah sampai di tahap ini. Ia pun mengimbau bagi para calon profesor Unila untuk tidak melakukan plagiarisme.
Dikatakan plagiat, kata dia, karena adanya unsur kesengajaan dari pelaku terhadap karya ilmiah orang lain yang diaku sebagai karya miliknya. Logikanya, itu merupakan pelanggaran berat dalam regulasi akademik di instansi perguruan tinggi.
“Patokan kita bukan ke fakultas, tapi sebesar apa upaya percepatan para doktor untuk mengurus gelar profesornya. Terutama para doktor di bidang sosial yang produktivitasnya baru di kisaran 20-40 persen,” jelasnya.
Terpisah, Rektor Unila Prof. Dr. Ir. Sugeng P. Harianto, M.S., menambahkan, fakultas penyumbang guru besar terbanyak masih dipegang oleh Fakultas Pertanian (FP) dan Fakultas Matematikan dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) .
Dirinya berharap fakultas-fakultas sosial juga tak mengendurkan semangatnya dalam hal pencapaian target profesornya. “Guru besar sosial memang baru sedikit,. Itu sebabnya tahun ini kita (Unila, red) juga mendorong sekaligus melakukan kajian di fakultas teknik dan FISIP yang kurang aktif menerbitkan guru besarnya,” imbuhnya.
Sugeng memegang harapan dari total 1.200 dosen, paling tidak 20 persen bisa mencapai posisi profesor. Tapi dia cukup realistis pencapaian 10 persen guru besar di tahun ini masih mungkin terjadi. ”20 persen bagus, tapi setengahnya atau 10 persen masih masuk akal dengan 120 guru besar. Saat ini pencapaian kita baru 5 persen,” pungkasnya.[]