(Unila): Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) di bawah menteri koordinator pembangunan manusia dan kebudayaan menggelar seminar dan deklarasi revolusi mental yang segmentasinya diarahkan kepada pelajar dan mahasiswa, di GSG Universitas Lampung (Unila) beberapa waktu lalu.
Kegiatan digelar sebagai bagian dari penyadaran pemuda dalam memahami juga menyikapi perkembangan dan perubahan lingkungan sesuai dengan UU Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan Pasal 1 Ayat 5.
Unila menjadi pilot project bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Pemerintah Provinsi Lampung. Dalam Deklarasi Revolusi Mental yang baru kali pertama dilakukan ini Menpora Imam Nahrawi mengatakan, dijadikannya Lampung sebagai pilot project pengembangan program yang digelorakan pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) karena Sai Bumi Ruwa Jurai dinilai memiliki posisi strategis secara kewilayahan.
Selain itu pemuda Lampung dinilai mampu berperan aktif dalam pembangunan nasional. Oleh karena itu dalam menghadapi dekadensi moral sudah selayaknya dilakukan sebuah penyadaran baik yang dilakukan oleh diri pemuda sendiri maupun pemerintah.
“Dari segi sumber daya alam (SDA) dan sumber daya manusia (SDM), Lampung sangat potensial. Peran pemerintah dan pemuda terutama mahasiwa maupun pelajar mampu mengembangkan daerahnya dalam era pembangunan nasional,” ujarnya.
Imam juga menegaskan, program utama penyadaran pemuda untuk menjadi kader revolusi mental adalah pembentukan karakter pemuda menjadi pelopor dalam penegakan revolusi mental. Terlebih, katanya, saat ini rawan sekali paham-paham radikalisme. Maka dari itu pemuda sudah selayaknya menjadi garda terdepan dalam mencegah dekadensi moral seperti penyalahgunaan narkoba, pornografi, pergaulan bebas, tindakan pidana, human trafficking, HIV/AIDS, perbuatan destruktif, radikalisme,
hingga terorisme,” tegasnya.
Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo menyebut Lampung saat ini rawan gerakan radikal dan dekadensi moral lainnya, hal ini sebagai efek Lampung sebagai gerbang Sumatera. Adanya deklarasi revolusi mental ini adalah sebagai wujud nyata Kemenpora dalam menyadarkan pemuda untuk kembali kepada titahnya yang memiliki rasa nasionalisme.
“Apalagi hal ini selaras dengan program kerja pemprov yang di antaranya pemenuhan infrastruktur sampai dengan pembangunan jiwa pemuda yang terampil dalam menjaga keutuhan negara kesatuan Republik Indonesia,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala BNPT Komjen. Pol. Saud Usman Nasution mengatakan, deklarasi pemuda kader revolusi mental Indonesia diharapkan tidak hanya sebatas komitmen di atas kertas. Pemuda Indonesia harus menjadi pelopor antigerakan terorisme, anarkisme, dan perbuatan destruktif. “Deklarasi ini memberikan implementasi bahwa pemuda harus ikut membangun wilayahnya,” tandasnya.[]