(Unila) : Masih minimnya pengenalan akan efek dari penerapan tri darma perguruan tinggi, yakni pengabdian masyarakat, menginisiasi Universitas Lampung (Unila) untuk menggelar seminar nasional (semnas) pengabdian masyarakat yang rencananya diadakan 10-11 September di Ballroom Hotel Emersia.
Unila dalam kegiatan itu akan mengundang 300 orang dari berbagai kalangan mulai akademisi, praktisi, hingga pelaku industri. Menariknya, seminar ini dititikberatkan pada peran perguruan tinggi di Indonesia untuk berkontribusi aktif dalam meningkatkan kinerja industri kreatif.
Guna mendukung sasaran kegiatan, Unila akan menghadirkan pembicara kompeten seperti Direktur DP2M-Dikti Agus Subekti, Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo, Bupati Waykanan Bustami Zainudin, Ketua LPPM Universitas Brawijaya-Malang Woro Busono, dan Wakil Dekan I Bidang Akademik Fakultas Pertanian (FP) Unila Erwanto.
Rektor Unila Prof. Dr. Ir. Sugeng P. Harianto, M.S., mengatakan, kontribusi Unila khususnya di Provinsi Lampung dilakukan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat oleh Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM). Atas dasar itu, kata Sugeng, posisi Unila tidak hanya sebagai lembaga institusi pendidikan tinggi tapi LPM mampu merespons hingga mengoptimalkan gagasan, pemikiran, dan tindakan kreatif civitas akademika maupun masyarakat.
“Kita usung tema peningkatan kreativitas dan daya saing sumber daya masyarakat melalui pengabdian kepada masyarakat. Diharapkan impact (dampak) dari seminar itu tiap universitas khususnya di Lampung mampu mengidentifikasi potensi berdasarkan dinamika masyarakat,” ujarnya.
Ketua LPM Unila Dr. Supomo Kandar, M.S., menambahkan, dipilihnya tema ekonomi kreatif dilatarbelakangi oleh dampak kontribusi bagi perekonomian bangsa secara signifikan. Apalagi Indonesia memiliki sumber daya insan kreatif dan warisan budaya yang kaya.
“Ekonomi kreatif berkembang seiring dengan semakin terbatasnya jumlah lapangan kerja yang tersedia. Pengembangan ekonomi kreatif di tanah air masih mengalami permasalahan secara internal maupun eksternal,” paparnya.
Dari hal itu, Supomo berharap dengan seminar nasional pengabdian masyarakat yang direalisasikan Unila dapat memacu peran perguruan tinggi dalam meningkatkan kinerja industri kreatif melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.
“Itupun harus melalui proses alih iptek agar menjadi suatu kewajiban bagi perguruan tinggi guna meningkatkan daya saing industri di tanah air,” imbuhnya.[] Inay