
(Unila) : Pada era demokrasi saat ini, pemilihan umum (Pemilu) ibarat sebuah pentas dengan idiom bagaimana memenangkan hati rakyat. Dan, salah satu jalan paling tepat untuk memenangkan hati rakyat itu, salah satunya adalah dengan memasarkan diri lewat media televisi.
Kondisi politik Indonesia kini yang sangat erat dengan politik pencitraan, menjadikan metode “media darling” sangat penting bagi politisi Indonesia. Kondisi perpolitikan Indonesia kekinian ini dipaparkan dosen Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Lampung (Unila), Arizka Warganegara.
Ia menyampaikannya pada acara seminar daerah yang digelar Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Lampung, Sabtu (23/11) lalu di Pondok Rimbawan, Bandar Lampung. Kegiatan ini bertema “Netralitas Media Televisi dalam Pemilu 2014”.
Selain Arizka, Ketua Komisi Pemilihan Umum Lampung Nanang Trenggono, Wakil Komisi Penyiaran Indonesia Lampung Dedi Triadi, dan Pemimpin Redaksi Radar Lampung TV Jefri Ardi juga menjadi pembicara.
“Kini, persoalan mendasar bagi Indonesia adalah, bangsa kita hanya mendaulat demokrasi dalam terminologi formal saja. Sementara itu, pemahaman substansi atau esensi demokrasi itu masih minim,” terus Arizka.
Sehingga, terusnya, terkadang televisi menjadi gamang di posisi mana mereka harus berada. “Peran kepentingan bisnis dan profit oriented juga yang sangat mendukung kegamangan media televisi,” kata Arizka. Akibatnya, sering dijumpai ajang Pemilu hanya menjadi ajang pembodohan rakyat lewat politik pencitraan.
Pertanyaannya sekarang adalah, di manakah posisi televisi (lokal maupun nasional) dalam menyikapi Pemilu yang akan digelar tidak lama lagi ini? “Memang sangat menarik menilai peran televisi dalam ranah konflik politik di negeri ini. Menurut beberapa observasi, tampaknya media televisi belum mampu berdiri pada posisi independen dan netral,” ungkap Arizka.
Seharusnya media televisi berfungsi sebagai agen penyelesaian konflik serta komunikasi politik. “Itulah seharusnya yang menjadi salah satu fungsi utama televisi dalam demokrasi Indonesia,” pungkas Arizka.[] Andro