(Unila) : Film merupakan media yang sangat efektif digunakan untuk menyosialisasikan sebuah ide dan gagasan. Adakalanya pula film merupakan hasil dari sebuah riset yang mendalam, layaknya membuat buku atau karya ilmiah. Namun, penonton akan dihadapkan pada penggambaran yang berbeda ketika membaca buku dengan menonton film.
Dewasa ini, banyak aktivis yang menggunakan media film (dokumenter) sebagai sarana mereka untuk menuangkan ide-ide briliannya. Apalagi yang berkaitan dengan idealisme, yang rasanya akan sulit jika diproduksi untuk film konsumsi umum. Begitu juga dengan film-film yang bertema jurnalisme, yang jika dihitung, sedikit sekali film-film berkualitas yang bertema jurnalisme tersebut.
Sebut saja Eirin Brokovich, Nothing But The Truth, The Thin Blue Lie, The All President Man, Shattered Glass, Five Day War, dan beberapa film box office lain yang bertema jurnalisme dan cukup diterima. Namun masih sedikit film dokumeter yang bertema jurnalisme bisa dinikmati berbagai kalangan.
Maka, Unit Kegiatan Penerbitan Mahasiswa (UKPM) Teknokra Universitas Lampung mengadakan pemutaran film dokumenter berjudul “Dibalik Frekuensi”. Kegiatan itu juga dilanjutkan oleh talkshow yang akan menghadirkan Ucu Agustin selaku sutradara film dan Umar Idris selaku ketua AJI Jakarta. Sementara itu, ketua Aji Bandarlampung, Yoso Muliawan akan memoderatori talkshow tersebut.
Menurut, Vina Oktavia, ketua pelaksana kegiatan tersebut, Rabu (16/10), kegiatan pemutaran film ini terbuka untuk umum. Dosen, mahasiswa, dan masyarakat umum hanya dikenakan biaya tiket sebesar Rp10 ribu. Rencananya, pemutaran film ini akan digelar di Auditorium Perpustakaan Unila pada 19 Oktober 2013.
Kegiatan ini bertujuan untuk mengajak peserta lebih cerdas menilai sebuah media. Selain itu, peserta juga diharapkan dapat terlibat dalam citizen jurnalism. “Kami juga berharap kegiatan ini dapat menambah wawasan masyarakat di bidang jurnalistik,” ujar mahasiswa Pendidikan Kimia itu. Ia menambahkan, sampai saat ini UKPM Teknokra masih membuka pendaftaran bagi masyarakat yang ingin bergabung dalam acara pemutaran film.[] Andro