(Unila) : Sebanyak 40 mahasiswa pascasarjana Universitas Lampung (Unila) mengikuti pelatihan kepemimpinan di Ruang Pascasarjana Lantai IV Rektorat Unila, Kamis (16/1). Pelatihan kepemimpinan (Character-based Leadership Training) diselenggarakan selama dua hari, 16–17 Januari 2014.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Direktur Pascasarjana Unila Prof. Sudjarwo, M.S. Mantan Dekan FKIP Unila ini mengatakan, kegiatan merupakan kerja sama Unila dan Bakrie Center Foundation (BCF) didukung Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Lampung. Program sudah dilakukan selama 3 tahun sejak 2011 lalu. Ke-40 peserta berasal dari 21 program studi (prodi). Bakrie Center Foundation selain menggelar pelatihan memberikan beasiswa kepada lima mahasiswa S2.
“Unila berharap Yayasan Bakrie di tahun mendatang bisa menambah lagi kuota pemberian beasiswa. Sehingga makin banyak lulusan S1 yang menempuh jenjang pendidikan S2 di kampus hijau ini,” ujarnya ketika ditemui Tim Web Unila, Kamis (16/1).
CEO Bakrie Center Foundation Imbang Mangkuto menambahkan, pemberian beasiswa pascasarjana digulirkan di 11 kampus di pulau-pulau utama. Seperti Universitas Andalas, Samratulangi, Hasanudin, Cendrawasih, Udayana. Untuk di Pulau Jawa di antaranya Airlangga, Gajah Mada, IPB, ITB, dan Brawijaya. “Kami sebagai yayasan ingin memberi inspirasi kepada pihak swasta dalam mendukung pendidikan S2 dan S3. Indonesia masih sangat ketinggalan dalam bidang ini,” kata dia.
Terpisah, Wakil Ketua Kadin Lampung Yuria Tubarat menjelaskan, Kadin Lampung siap menerjunkan fasilitator guna mendukung proses mentoring selama pelatihan. Materi yang akan diberikan di antaranya membahas seputar seluk beluk usaha. Mulai dari bagaimana berwirausaha, memanajemen waktu, jaringan, hingga berkompetisi.
Biasanya, lanjut Yuria, peserta yang ikut pelatihan ini masih fresh. Mereka banyak ingin tahu. Ada pula di antaranya yang sudah banyak tahu tapi belum mampu menangkap bahwa itu peluang. “Maka di sinilah kita saling berbagi pengalaman untuk mengader para pengusaha muda yang tahan banting,” paparnya.
Yuria menilai, banyak potensi yang dapat digali di masing-masing peserta. Akan tetapi, tambahnya, terdapat pula faktor penghambat yang menjadi kelemahan mendasar dalam membangun mental pengusaha. Di antaranya kurang ulet, memasang target yang terlalu rendah, dan mudah putus asa.[] Inay