(Unila) : Terima mandat Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti), Universitas Lampung (Unila) melaksanakan uji calon mahasiswa program doktoral hari ini, Kamis (26/6). Ujian yang dilaksanakan selama satu hari di Gedung Pascasarjana Unila ini digelar bagi calon mahasiswa S-3 untuk dua program studi, yakni Ilmu Pertanian dan ilmu Ekonomi.
Rektor Unila Prof. Dr. Ir. Sugeng P. Harianto, M.S., mengatakan, ini merupakan proses yang pertama kali dilakukan di mana Unila mendapat mandat secara mandiri untuk melaksanakan proses pembelajaran S-3 di Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) dan Fakultas Pertanian (FP). Dikatakan Guru Besar Manajemen kehutanan ini, sebelumnya Unila pernah mendapatkan mandat serupa di Fakultas Hukum. Akan tetapi proses pembelajaran dilakukan dengan bekerja sama antara Unila dan Undip. Untuk yang saat ini Unila sudah mendapat mandat murni untuk melaksanakaan secara full proses pembelajaran di dua program studi tersebut.
Dengan demikian, sambungnya, tanggung jawab direktur pasca pun semakin berat, bukan hanya dari segi kuantitas tapi kualitas. Keduanya harus seimbang. “Tapi yang paling penting bagi saya adalah bagaimana Unila membuat orang yang tidak bisa menjadi bisa. Jadi diterima dalam kondisi apapun mahasiswa yang bersangkutan harus jadi pintar saat ke luar. Ibarat pisau tumpul diasah menjadi tajam. Begitu pula Unila, harus mampu mendidik,” ujar Sugeng ketika ditemui Tim Web usai memantau pelaksanaan tes.
Terpisah, Direktur Pascasarjana Prof. Dr. Sudjarwo, M.S., menambahkan, terdapat 22 orang calon mahasiswa program doktoral yang mengikuti tes hari ini. Terdiri dari 11 orang calon mahasiswa program studi Ilmu Ekonomi dan sisanya Ilmu Pertanian. Kebanyakan peserta berasal dari luar daerah Lampung. Menurut Guru Besar FKIP ini, hal itu membuktikan bahwa Unila cukup menarik bagi pencari kuliah pascasarjana di luar Sai Bumi Ruwa Jurai.
Dan hari ini, kata dia, mereka akan melaksanakan dua tes sekaligus, yakni Tes Potensi Akademik dan dilanjutkan Tes Wawancara. Calon mahassiwa yang akan lulus yakni mereka yang memiliki nilai Tes Potensi Akademik Bappenas dengan skor minimal 750. “Kalau dia tidak mencapai 750 ya mohon maaf, yang bersangkutan belum bisa masuk sebagai mahasiswa S-3 kita (Unila,red). Setelah tes tertulis akan dilanjutkan dengan tes wawancara. Ini untuk menggali lebih dalam proyeksi keinginan calon dalam mengikuti program pascasarjana,” paparnya.
Dikatakan Sudjarwo, proses wawancara akan dilakukan langsung oleh ketua program studi masing-masing karena mereka yang memiliki otoritas khusus. Sedangkan pengumuman diperkirakan dilaksanakan pada 6 Juli dan perkuliahan dimulai awal September mendatang.[] Inay