Universitas Zagrep Kroasia Isi Studium General Mahasiswa FISIP

28698936_405445319915689_1157841251215087481_o
28700884_405445406582347_1169775955153045016_o
28700905_405445093249045_1731430816746125932_o
28828824_405445309915690_7326376792612116659_o
28954081_405445243249030_1450767705496873651_o

(Unila): Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik menggelar studium general bertajuk Business Ethic; Asian Value and Democrasy di ruang sidang rektorat lantai II, Rabu (14/03/2018).

Kegiatan ini menghadirkan pemateri dari Universitas Zagrep Kroasia. Mereka antara lain Prof. Mizlav Jezic, Prof. Josip Tica, dan Mr. Kresimir Jurak. Kehadiran para pemateri ini diterima oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Unila Prof. Bujang Rahman, M.Si., di ruang transit, Rektorat Unila lantai II.

Pada sambutan penerimaannya, Prof. Bujang mengucapkan selamat datang di Kampus Hijau Unila, dan menjelaskan secara singkat kondisi kampus. Ia juga antusias dengan rencana pengembangan kerja sama antaruniversitas di Kroasia dan Indonesia. Ada pun penjajakan rencana pembukaan Indonesia Study di Universitas Zagrep, Kroasia juga termasuk dalam agenda penerimaan ini.

Di kesempatan yang sama Prof. Josip Tica menjelaskan, sistem demokrasi sangat mendukung pertumbuhan bisnis dan ekonomi di suatu negara dapat berkembang. Sebagai contoh, sistem transportasi kini sedang mengalami perkembangan, yakni dengan memanfaatkan sistem online, misalnya Uber, Grab, maupun Gojek.

“Tetapi praktik-praktik tersebut harus memperhatikan etika bisnis, terlebih lagi ini menyangkut sistem online. Terdapat nilai kepercayaan yang harus diterapkan agar sistem marketing dapat berkembang,” ucap Prof. Tica.

Selanjutnya Mr. Kresimir Jurak menjelaskan, pertumbuhan sosial berbanding lurus dengan perkembangan teknologi. Revolusi perkembangan industri setiap negara, selalu menjadi topik utama dalam setiap diskusi pertumbuhan ekonomi suatu negara.

“Kita punya perbedaan wana kulit, budaya, agama, maupun sejarah, namun kita dapat tumbuh bersama. Salah satunya dengan mengintegrasikan pengetahuan untuk pertumbuhan generasi di masa depan,” imbau Jurak.

Ia pun mengajak para peserta yang hadir untuk saling hormat menghormati antarsesama dengan mengesampingkan perbedaan.
“Kita tinggal di satu planet yang sama, dan kita sebenarnya memiliki nilai-nilai hidup yang universal, serta mengkolaborasikan segala hal yang berkenaan tentang ilmu pengetahuan, ekonomi bisnis, dan pariwisata.”

Kemudian Prof. Mizlav Jezic menambahkan secara singkat kajian ilmiah sejarah, budaya, bahasa, dan sastra dari anak benua India. Ia berpendapat, akar sejarah bangsa Asia, berasal dari Asia, salah satunya dari India. Ada beberapa persamaan budaya dan kehidupan sosial antara masyarakat di Indonesia dan India.

Dalam cerita ramayana dan pewayangan, kata dia, India dan Indonesia memiliki kemiripan, nilai-nilai etika juga terangkum hampir memiliki kesamaan antara kedua negara. Di Indonesia ada tradisi gotongroyong yang terkandung dalam hidup bermasyarakat, begitu pun pada agama yang mereka anut.

“Sejarah adalah guru bagi kita semua, ini merupakan salah satu sarana bagi kita untuk sama-sama berkolaborasi bekerja sama dengan melihat kesamaan peluang,” ajaknya lag.[Riky Fernando/Inay_Humas]