Unila-LPKA Kemenkumham Adakan Focus Group Discussion ABH

DSC_0159
DSC_0160
DSC_0161
DSC_0194

UNIVERSITAS Lampung (Unila) melalui Puslitbang Wanita, Anak, dan Pembangunan LPPM bekerja sama dengan Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kemekumham Bandarlampung mengadakan Focus Group Discussion (FGD), di ruang sidang LPPM Unila Lantai V Rektorat, Senin (14/5/2018).

FGD kali ini membahas Sinergisitas Antarlembaga Dalam Rangka Membangun Kepedulian Terhadap Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH) pada LPKA Kelas II Bandarlampung.

Kegiatan dihadiri Rektor Unila Prof. Hasriadi Mat Akin, sekretaris LPPM Unila, kepala LPKA Kelas II Bandarlampung beserta jajarannya, serta sejumlah stakeholder terkait baik dari pemerintah, legislatif, swasta, maupun organisasi.
Puslitbang Wanita, Anak, dan Pembangunan LPPM Unila sebagai inisiator FGD melihat bahwa ABH adalah korban keluarga, masyarakat, sekolah, maupun korban pemerintah. Untuk itu harus tetap dan menjadi kewajiban semua pihak memenuhi hak-haknya, baik hak pendidikan, kesehatan, maupun tumbuh kembangnya.

Untuk itu FGD ini diharapkan dapat membangun kesadaran bahwa pembinaan, pendidikan, dan perlindungan anak. Warga LPKA merupakan tanggung jawab bersama khususnya stakeholder terkait.

FGD juga dihadiri perwakilan dari DPRD Provinsi Lampung Ririn Kuswatari, AKBP Dr. Ketut dari Polda Lampung, Jaksa Muda Supriyanti, S.H., mewakili Kejaksaaan Negeri Bandarlampung, kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Provinsi, Kota Bandarlampung, dan Kabupaten Pesawaran, perwakilan Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, BAPPEDA, Balitbangda, Dewan Riset Daerah, HIMPSI, FASDA PATBM, IPSPSI, BKM-RI, BKOW, Forum CSR Lampung, Dompet Dhuafa, Media Lampung Post, dan Radar Lampung.

Focus Group Discussion ini pun diakhiri dengan pembentukan forum bersama untuk mensinergikan seluruh potensi dan program yang dimiliki masing-masing stakeholder.[Riky/Iny_Humas]